Otak Teror Kepala Anjing di Rumah Pejabat Kejati Riau Ditangkap!

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 28 Mei 2021 22:39 WIB
Otak teror kepala anjing ke rumah pejabat Kejati Riau ditangkap (Dok istimewa)
Otak teror kepala anjing ke rumah pejabat Kejati Riau ditangkap. (Dok istimewa)
Pekanbaru -

Polisi menangkap otak pelaku teror pelemparan kepala anjing di rumah pejabat Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau, Muspidauan. Pelaku bernama Yose Saputra.

"Iya benar ditangkap, pelaku atas nama Yose Saputra," kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Nandang kepada detikcom, Jumat (28/5/2021).

Nandang menyebut Yose ditangkap di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), oleh Satuan Reskrim Polresta Pekanbaru. Ia ditangkap di sebuah rumah makan setelah kabur usai diburu polisi.

"Ditangkap tadi pagi pukul 09.00 WIB oleh tim Resmob Reskrim Polresta Pekanbaru di Kota Padang. Dia ini merupakan otak pelaku pelemparan kepala anjing ke kediaman bapak Muspidauan, termasuk penyiraman bensin ke kediaman bapak M Nasir Penyalai," kata Nandang.

Motif Diselidiki

Usai ditangkap, pelaku langsung dibawa ke Mapolresta Pekanbaru untuk diperiksa tim penyidik. Motif dan alasan teror kini masih diselidiki.

"Pelaku dibawa ke Polresta untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Penangkapan setelah kami dapatkan informasi bahwa pelaku ada di Padang," imbuh Kasat Reskrim Polresta, Kompol Juper Lumban Toruan.

Berawal dari Musdalub

Sebelumnya, aksi teror menimpa tiga pejabat di Riau dalam rentetan waktu bersamaan pekan lalu. Teror pertama menimpa Ketua NU Rusli Ahmad, yang rumahnya dicoret kata-kata kasar pada 3 Maret lalu.

Selanjutnya, teror kembali terjadi di rumah Kasi Penkum Kejati yang juga Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Pekanbaru Muspidauan pada Kamis (5/3) malam. Rumahnya dilempar kepala anjing. Berselang kemudian teror terjadi di rumah Sekretaris LAM Riau Nasir Penyalai.

Setelah diusut, kasus ini rupanya berawal dari Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Lembaga Adat Melayu (LAM) Pekanbaru. Dalam musdalub itu, Muspidauan terpilih sebagai Ketua. Tiga tersangka sudah ditangkap lebih dulu.

(ras/isa)