BIN: Veronica Koman-Benny Wenda Ingin Gagalkan PON di Papua

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 27 Mei 2021 16:27 WIB
Ilustrasi Papua yang digunakan Jokowi saat sampaikan duka cita untuk korban banjir Sentani. (Dok Twitter @jokowi)
Ilustrasi Papua (Dok. Twitter @jokowi)
Jakarta -

Badan Intelijen Nasional (BIN) menyampaikan adanya upaya-upaya yang direncanakan Kelompok Separatis Papua (KSP) agar keamanan di Papua terganggu. Salah satunya, rencana Veronica Koman dan Benny Wenda yang ingin menggagalkan PON XX 2021 di Papua.

Hal tersebut disampaikan Wakil Kepala BIN Teddy Lhaksmana Widya Kusuma saat rapat bersama Pansus Otsus Papua di gedung DPR/MPR, Kamis (27/5/2021). Dia awalnya menyampaikan adanya niatan oleh KSP yang sengaja menciptakan situasi mencekam.

"Dalam hal ini, BIN mendeteksi bahwa gangguan keamanan dirancang untuk menciptakan situasi yang mencekam, sebagai salah satu strategi untuk menutupi tindak penyalahgunaan dan penyelewengan dana otsus selama ini," katanya.

"Situasi keamanan di Papua dari hasil deteksi kelompok front bersenjata yang tersebar di 8 kabupaten dari 13 kabupaten yang berada di Pegunungan Tengah Papua, yaitu di Kabupaten Intan Jaya, Lani Jaya, Mimika, atau Distrik Tembagapura, Nduga, Paniai, Puncak, Puncak Jaya, Pegunungan Bintang," ucapnya.

Teddy menyebut KSP-KSP yang saat ini aktif di Papua. Kelompok tersebut adalah kelompok Goliath Tabuni, kelompok Lekagak Telenggen, Militer Murib, dan di Kabupaten Nduga adalah kelompok Egianus Kogoya.

"Beberapa kegiatan yang menonjol hingga 24 Mei 2021 telah terjadi gangguan keamanan sebanyak 60 kali terhitung tanggal 21 sampai tanggal 24 Mei 2021. Terdiri dari 13 insiden penembakan, 34 kali kontak tembak, 13 kali insiden gangguan keamanan lainnya dengan jumlah korban, aparat keamanan 8 gugur, 14 luka, warga sipil non kombatan 5 meninggal, 9 luka. Sedangkan KSP 22 tewas 1 luka," ucapnya.

Lebih lanjut, Teddy mengungkap adanya upaya kelompok separatis Papua ini yang dilakukan berkaitan dengan pelaksanaan PON XX di Papua. Dia menuding Veronica Koman dan Benny Wenda yang ada dibalik kelompok tersebut untuk menarik perhatian dunia terhadap kondisi Papua.

"Terdeteksi pula bahwa KSP bermaksud memanfaatkan pelaksanaan PON XX 2021 untuk menciptakan instabilitas, untuk menarik perhatian dunia, antara lain Veronica Koman dan Benny Wenda di luar negeri," ungkapnya.

Atas tindakan para KSP tersebut, Teddy memastikan pihaknya juga melakukan upaya perlawanan. Salah satunya yakni dengan menggunakan narasi dan opini kontra propaganda dari para pakar hukum dan pengamat sosial untuk melemahkan provokasi kelompok separatis Papua tersebut.

"Sedangkan upaya-upaya yang telah dilakukan BIN antara lain memberikan dukungan kepada Satgas TNI Polri untuk mengejar dan menindak KSP termasuk memutus jaringan logistik mereka. memberdayakan kelompok pendukung otsus yang terintimidasi dan ketiga menciptakan opini dan kontra propaganda menggunakan pakar-pakar hukum dan pengamat sosial untuk melemahkan provokasi KSP," tuturnya.

Simak Video: Kemegahan Stadion PON XX di Papua yang Dipamerkan Jokowi

[Gambas:Video 20detik]

(maa/aik)