Sespri Edhy Prabowo Pinjam Rekening Sales untuk Transit Duit Ratusan Juta

Zunita Putri - detikNews
Selasa, 25 Mei 2021 17:17 WIB
Sidang kasus suap Edhy Prabowo, Selasa (25/5)-(Zunita-detikcom)
Sidang kasus suap Edhy Prabowo, Selasa (25/5) (Zunita/detikcom)
Jakarta -

Staf Operasional PT Agriminas dan Salesman PT Kebun Rato Durian Musangking, Achmad Syaihul Anam, mengaku rekening tabungannya dipinjam sekretaris pribadi mantan Menteri Kelautan Perikanan Edhy Prabowo, Amiril Mukminin. Rekening itu menjadi tempat transit duit.

"Ya pernah (dipinjam), rekening BNI. (Dipinjam) sejak kenal Bang Amiril," kata Syaihul saat bersaksi secara daring di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (25/5/2021).

Syaihul mengatakan uang yang diterima Amiril terkadang digunakan untuk kebutuhan pribadi. Ada juga yang digunakan untuk keperluan Edhy Prabowo.

"BAP: biasanya Amiril Mukminin mendapat arahan untuk membeli barang-barang kebutuhan saudara Edhy Prabowo dan keluarganya serta melakukan transfer rutin ke orang tua dan keluarga Saudara Edhy di Palembang. Ini benar?" tanya jaksa.

"Ya. Setahu saya jarang, Pak, Bang Amiril cuma suruh saya jarang, sekali atau dua kali," jawab Syaihul.

Amiril disebut memerintahkan Syaihul untuk menyetor uang secara tunai. Syaihul kemudian diminta mentransfer uang itu ke rekening Amiril.

"Saya diberi uang tunai kemudian digeser ke ATM-nya Bang Amiril," ucapnya.

Jaksa kemudian mengungkap beberapa transaksi uang masuk ke rekening Syaihul yang diperuntukkan bagi Amiril sebagai berikut:

- 13-9-2020 Amri PT ACK
- 14-9-2020 Rp 20 juta Amri
- 14-9 2020 Rp 20 juta Amri dan Rp 10 juta Amri
- 29-9-2020 ada 3 transaksi sebanyak Rp 20 juta masing-masing atas nama Ahmad Bahtiar PT ACK
- 2-10-2020 3 kali transaksi secara bertahap Rp 50 juta atas nama Amri totalnya Rp 180 juta.

Syaihul mengaku pernah diperintah menyetor uang Rp 310 juta kemudian ditransfer ke Amiril. Dia mengaku tidak tahu uang itu digunakan untuk apa saja.

Jaksa juga mengungkap transaksi keluar dari rekening Syaihul. Menurut Syaihul, keluarnya uang ini atas perintah Amiril.

"BAP: bahwa uang masuk di rekening BNI atas nama saya sendiri ditransfer ke beberapa pihak sesuai permintaan Amiril Mukminin," kata jaksa yang dibenarkan Syaihul

Berikut ini rinciannya:

1. Transfer ke uang Amiril 19-7-2020 sampai dengan 30-9-2020 total Rp 326.500.000
2. Transfer Ainul Faqih atas perintah Ainul 19 Agustus 2020 sebesar total Rp 50 juta
3. Transfer ke Syaihul Anam total Rp 102 juta
4. Transfer Andreau Misanta Pribadi stafsus menteri KKP 14 September 2020 totalnya Rp 57 juta
5. Transfer Kebun Rato durian musangking terkiat pembelian durian total Rp 29.850.000
6. Transfer Fatma Tanjung total Rp 130 juta
7. Transfer Indah Farida Rp 5 juta
8. Transfer Makmun Soleh Rp 25 juta
9. Transfer Teti Yumiati Rp 30 juta
10. Trasfer Viza Irfa Islami Rp 50 juta.

Dalam sidang ini, yang duduk sebagai terdakwa adalah Edhy Prabowo bersama stafsus, Ketua Tim Uji Tuntas Perizinan Budi Daya Lobster Andreau Misanta Pribadi, Safri selaku stafsus Edhy dan Wakil Ketua Tim Uji Tuntas, Amiril Mukminin selaku sekretaris pribadi Edhy, Ainul Faqih selaku staf pribadi istri Edhy Iis Rosita Dewi, serta Sidwadhi Pranoto Loe selaku Komisaris PT Perishable Logistics Indonesia (PT PLI) dan pemilik PT Aero Citra Kargo (PT ACK).

Edhy dkk didakwa menerima uang suap yang totalnya mencapai Rp 25,7 miliar dari pengusaha eksportir benih bening lobster (BBL) atau benur. Jaksa mengatakan uang suap diterima Edhy dari beberapa tangan anak buahnya.

(zap/haf)