Ajudan Ungkap Uang Kunker Edhy Prabowo Capai Rp 100 Juta

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Selasa, 18 Mei 2021 18:56 WIB
Sidang Kasus Benur Edhy Prabowo
Sidang kasus ekspor benur. (Arun/detikcom)
Jakarta -

Ajudan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Dicky Hartawan, menceritakan kunjungan kerja (kunker) Edhy ke Palembang. Dicky mengungkap biaya operasional Edhy selama di Palembang mencapai Rp 100 juta.

Awalnya, jaksa menanyakan Dicky soal pengiriman uang Rp 100 juta untuk kunker dari eks sekretaris pribadi Edhy, Amiril Mukminin, lewat orang yang tidak dikenal. Dicky sebelumnya meminta uang operasional menteri itu sebelum berangkat ke Palembang.

"Setiap kunker tas harus terisi walau sudah agak menipis harus mengingatkan kembali Pak Amiril. Pas sebelum berangkat ke Palembang saya sampaikan ke Pak Amiril bahwa tas udah menipis belum ditransfer sampai mau tiba di Palembang. Jadi ketika sudah sampai ke Palembang saya ingatkan lagi dan akan dikirim (kata Amiril). Nanti ada yang mengirimkan ke hotel infonya," kata Dicky dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (18/5/21).

Dicky menyebut Amiril akan mengirimkan orang untuk mengantarkan uang tersebut. Dicky akhirnya diminta ke hotel untuk menerima uang itu. Di sana, ia bertemu orang yang mengantarkan uang seperti omongan Amiril.

"Ada yang tiba-tiba telepon saya nomornya saya tidak kenal mengabarkan ini ada uang yang akan diserahkan, ini Mas Amiril ya, saya oke, bertemu dia di lantai 17 Hotel Aryaduta," ucap Dicky.

"Berapa yang diserahkan?" tanya jaksa.

"Yang pertama jumlahnya lupa persisnya ini belum Rp 100 juta, nanti akan kembali lagi, tunggu. Jadi selang setengah jam dia bawa uang sisanya," ujarnya.

Jaksa sempat heran uang kunker Edhy yang lumayan besar. Jaksa juga menanyakan dari mana sumber uang tersebut. Namun, Dicky mengaku tidak tahu.

"Ini biaya kunker besar juga Rp 100 juta, sumbernya dari mana?" tanya jaksa dan dijawab 'tidak tahu' oleh Dicky.

Dicky menjelaskan uang dimasukkan ke tas yang ia bawa. Uang itu, ungkapnya, dipakai Edhy untuk akomodasi selama kunker.

"Uangnya sementara saya simpan di kamar karena sudah malam, baru setelah beliau (Edhy) serah-terima tas ke saya, saya masukkan. Digunakan Biasanya sesuai petunjuk beliau, beli barang, bayar makan, restoran, kasih tip, kunker 3 hari," jelasnya.

(run/mae)