Round-Up

Wanti-wanti Klaster Libur Lebaran Mulai Bermunculan di Sana-sini

Tim detikcom - detikNews
Senin, 24 Mei 2021 22:13 WIB
Poster
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Klaster libur Lebaran mulai bermunculan di berbagai wilayah. Wanti-wanti pun diberikan agar penanganan klaster Corona bisa ditangani secara optimal dan terkendali.

Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19 juga mendata klaster yang bermunculan terkait Ramadhan dan Lebaran. Dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nasional yang disiarkan di YouTube Pusdalops BNPB, Minggu (23/5/2021), salah satu anggota Tim Pakar, yaitu Dewi Nur Aisyah, memaparkan sejumlah klaster yang muncul.

"Ini adalah gambaran beberapa potensi penularan COVID-19 yang terjadi di masa libur panjang Ramadhan dan Idul Fitri. Di sini kita melihat ada beberapa klaster yang mulai bermunculan dan kita mulai harus bisa belajar," tutur Dewi.

Berikut ini data klaster yang ditampilkan Tim Pakar Satgas saat rapat:

Klaster Halal Bihalal
Lokasi: RT 03 RW 03 Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur
51 orang positif di 16 rumah

Klaster Halal Bihalal
Lokasi RT 06 RW 03 Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur
30 orang positif (5 KK)

Klaster Pelaku Perjalanan di Griya Melati Bogor
Lokasi: Perumahan Griya Melati, Bubulak, Kota Bogor
25 warga positif

Klaster Tarawih di Banyumas
Lokasi: Desa Tanggeran, Somagede, Banyumas
7 warga positif

Klaster Tarawih di Banyumas
Lokasi: Karangcegak, Sumbang, Banyumas
33 warga positif

Klaster Tarawih di Banyumas
Lokasi: Desa Pekaja, Kalibagor, Banyumas
45 warga positif

Klaster Tarawih di Pati
Lokasi: Perumahan RSS Sidokerto, Pati
56 positif

Klaster Pemudik di Pati
39 warga positif

Klaster Tarawih di Banyuwangi
Lokasi: Dusun Yudomulyo, Ringintelu, Bangorejo, Banyuwangi
62 positif, 6 meninggal, 7 dirawat di RS

Klaster Tarawih di Malang
Lokasi: Perumahan Bukit Hijau dan Permata Hijau, Kelurahan Tlogomas, Malang
21 warga positif

"Kita akan harus mengantisipasi terkait dengan kenaikan klaster keluarga dalam beberapa hari dan pekan ke depan karena salah satu potensi penularan yang terjadi adalah klaster halal bihalal," papar Dewi.

"Ini beberapa potensi penularan yang terjadi dan semua daerah harus bisa mulai meng-capture adanya potensi penularan yang bisa terjadi di wilayahnya," sambungnya.

Berdasarkan catatan detikcom, ada data terbaru soal jumlah orang yang positif Corona dari data yang dipaparkan Dewi. Selengkapnya di halaman berikutnya.