Ortu Marahi Kasir Indomaret Gegara Anak Top Up Game Online Berakhir Maaf

ADVERTISEMENT

Terpopuler sepekan

Ortu Marahi Kasir Indomaret Gegara Anak Top Up Game Online Berakhir Maaf

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Minggu, 16 Mei 2021 09:43 WIB
Jakarta -

Dalam beberapa hari terakhir, media sosial dihebohkan dengan video viral orang tua bernama Azhar Efendi memarahi kasir Indomaret karena anaknya top up voucher game online. Anak Azhar diketahui membeli voucher game online hingga Rp 800 ribu.

"Sekarang gini, perlindungan konsumen itu di mana? Tahu nggak kalian? Dewasa nggak kalian?" ujar Azhar dalam video yang tersebar di medsos seperti Twitter dan Facebook seperti dilihat detikcom, Rabu (12/5/2021).

Azhar terus mencecar petugas kasir. Dia mempertanyakan aturan aturan apakah anak di bawah umur untuk membeli voucher hingga Rp 800 ribu.

Setelah video itu viral, Indomaret angkat bicara. Marketing Director PT Indomarco Prismatama (Indomaret), Wiwiek Yusuf, mengatakan pihaknya tidak akan membedakan pelanggan yang datang. Menurutnya, apa yang dilakukan kasir sebagai bentuk pelayanan terhadap pelanggan.

"Kami prinsipnya memberikan layanan dan menerima masukan pelanggan. Mungkin saja situasi dan kejadian di keluarga bapak membuat bapak tersebut datang ke toko memberikan masukan ke kami," f saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (12/5).

"Tim toko sudah berusaha jelaskan dan memberikan alternatif untuk coba hubungi call center Unipin," sambungnya.

Selang beberapa waktu, Azhar melalui sebuah video yang yang dilihat detikcom, Kamis (13/5/2021) menyampaikan permintaan maafnya. Dia meminta maaf karena telah memarahi kasir Indomaret di Simpang Mayang Perdagangan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

"Dalam video ini, saya, Azhar Efendi, dalam hal ini hendak mengklarifikasi atas video yang tersebar dari saya di Indomaret Simpang Mayang Perdagangan," kata Azhar.

Azhar mengakui dirinya tidak paham mengenai sistem pembelian voucher game online. Karena itulah dia tersulut emosi dan langsung memarahi kasir Indomaret.

"Hal ini murni karena ketidaktahuan saya atas sistem pembelian voucher game online yang telah dibeli oleh anak saya sehingga saya larut dalam emosi," ujarnya.

Permintaan maaf itu diterima oleh Indomaret. Azhar dan Indomaret telah menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan.

(man/gbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT