Minta Maaf, Ini Penyebab Azhar Efendi Emosi Marahi Kasir Indomaret

Herianto Batubara - detikNews
Kamis, 13 Mei 2021 09:24 WIB
Jakarta -

Azhar Efendi, orang tua yang viral karena memarahi kasir Indomaret lantaran membiarkan anaknya top up voucher game online Rp 800 ribu meminta maaf. Dia lantas menjelaskan kenapa dirinya sampai emosi dan marah-marah.

Penjelasan Azhar Efendi ada dalam video permintaan maafnya yang dilihat detikcom, Kamis (13/5/2021). Azhar membacakan pernyataan lewat secarik kertas didampingi perwakilan pihak Indomaret, termasuk kasir pria yang dia marahi di Indomaret Simpang Mayang Perdagangan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

"Dalam video ini, saya, Azhar Efendi, dalam hal ini hendak mengklarifikasi atas video yang tersebar dari saya di Indomaret Simpang Mayang Perdagangan," katanya mengawali permintaan maaf.

"Hal ini murni karena ketidaktahuan saya atas sistem pembelian voucher game online yang telah dibeli oleh anak saya sehingga saya larut dalam emosi," ujarnya.

Azhar Efendi menyebut dirinya dan pihak Indomaret sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. Mereka juga sepakat tidak memperpanjang persoalan ini.

"Mohon maaf kepada pihak Indomaret dan semua, atau seluruh pihak yang mungkin tidak berkenan dalam video tersebut. Dengan ini permasalahan dalam video tersebut sudah selesai secara baik dan tidak diperpanjang," ucapnya.

Dia kemudian menyalami pihak perwakilan Indomaret, termasuk kasir yang dia marahi tersebut. Video permintaan maaf ini dibuat kemarin Rabu 12 Mei 2021.

Kasus ini mencuat setelah video Azhar dan istrinya viral di medsos. Mereka marah karena kasir Indomaret melayani anaknya top up voucher game online senilai Rp 800 ribu.

"Sekarang gini, perlindungan konsumen itu di mana? Tahu nggak kalian? Dewasa nggak kalian?" kata Azhar dalam video yang viral saat dirinya memarahi kasir Indomaret.

"Ya kami menjalankan peraturan Indomaret, Pak," jawab kasir Indomaret.

Azhar Efendi ini lantas mempertanyakan mana aturan tertulis Indomaret yang memperbolehkan anak di bawah umur membeli voucher game online seharga Rp 800 ribu. Dia meminta penjelasan.

"Ada tertulis peraturan Indomaret bahwasanya anak di bawah umur beli game online 800 ribu diperbolehkan? Ada peraturan tertulisnya? Bisa saya lihat?" cecarnya.

"Peraturan tertulis nggak ada. Tapi kan tugas kami melayani," jawab kasir Indomaret.

Azhar Efendi lantas kembali mencecar sang pegawai Indomaret. "Ada nggak batasannya (usia anak beli voucher game online)?" tanya pria itu.

"Ya kami nggak ada batasannya," jelas pegawai Indomaret.

"Oke nggak ada batasannya. Berarti ini beli game online Rp 800 ribu di Indomaret Simpang Mayang, Perdagangan II Sebrang. Hah. Anak di bawah umur," timpal Azhar Efendi.

Dalam video ini juga terdengar suara perempuan yang merupakan ibu sang anak. Perempuan ini menyesalkan kasir Indomaret tidak mencegah anak tersebut top up voucher game online.

"Rp 800 ribu diterima beli game online. Mencuri pula anaknya. Aduh, Dek, Dek," katanya.

Ibu dari anak ini mengatakan seharusnya kasir Indomaret mempertanyakan dari mana si anak memperoleh Rp 800 ribu itu.

"Kan nggak wajar lho. Pasti mencuri," kata ibu tersebut.

Azhar Efendi dalam video ini lantas kembali mencecar si pegawai Indomaret. "Game online, anak di bawah umur, kelas VI SD, Rp 800 ribu, berarti tidak ada menjaga privasi konsumen hanya mencari keuntungan," ujarnya.

"Kalian cari apa di sini, cari keuntungankah atau cari kerugian kalian berjualan di sini? Kan pertanyaan saya itu kan," sambungnya. Sang kasir Indomaret tampak berusaha menahan diri meski dicecar.

(hri/mae)