Round-Up

Tanda Tanya Sikap 4 Wakil Ketua Disentil Direktur KPK

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 13 Mei 2021 08:35 WIB
Gedung baru KPK
Gedung baru KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Sikap para Wakil Ketua KPK yang lain dipertanyakan usai sebanyak 75 pegawai KPK resmi nonaktif setelah tak lolos asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar-Komisi dan Instansi (PJKAKI) KPK Sujanarko, yang termasuk 75 orang ini, menantang para pimpinan KPK memakai hati nurani.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sujanarko dalam akun YouTube Haris Azhar. Sujanarko awalnya menjelaskan bahwa KPK dipimpin oleh empat pimpinan lainnya, tidak hanya Ketua KPK Firli Bahuri. detikcom telah mendapatkan izin untuk mengutip pernyataan Sujanarko.

"Saya terus terang pesan kepada 4 pimpinan lain, pertama sebetulnya, sistem kepemimpinan KPK itu kolektif kolegial, jadi harusnya satu orang tidak bisa mengendalikan organisasi, siapa pun itu," kata Sujanarko dalam tayangan video tersebut, Rabu (12/5/2021).

Dia meminta para pimpinan KPK lainnya menonjolkan hati nurani. Dia mendorong mereka berani bersikap terkait 75 orang pegawai KPK nonaktif ini.

"Saya tantang di forum ini, 4 pimpinan yang lain itu lebih menonjolkan hati nurani, harus lebih berani maksud saya begitu. Publik harus menagih mereka, karena gaji mereka besar loh, jadi jangan sampai dipersepsikan," ungkapnya.

Dia menegaskan bahwa budaya KPK juga memiliki kode etik, yakni semua pimpinan KPK tidak boleh jalan sendiri.

"Budaya KPK mulai jilid 1 sampai jilid 4, pimpinan setiap ketemuan orang lain, terutama yang high profile itu tidak pernah sendirian. Dan hari ini tolong dicek, apakah pimpinan KPK itu ada yang jalan sendiri-sendiri. Itu masuk kode etik," tuturnya.

Selain itu, Sujanarko mengungkap Firli Bahuri sebelum menjadi Ketua KPK pernah diperiksa.

"Pada sebelum (Firli) jadi pimpinan KPK, waktu jadi deputi kan gonjang-ganjingnya banyak, bahkan di internal pernah dilakukan pemeriksaan terhadap Firli," ungkap Sujanarko.

Sujanarko mengatakan pemeriksa Firli saat itu adalah Direktur PI Herry Muryanto. Saat ini Herry sudah menjabat deputi.

"Tapi intinya gini, yang dulu memeriksa, Direktur PI (Pengawasan Internal) namanya Herry Muryanto, itu sekarang sudah jadi deputi, dan itu masuk ke 75 orang," imbuhnya.

Simak juga 'ICW Yakin Integritas Novel Cs Jauh Lampaui 5 Pimpinan KPK':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2