Direktur KPK yang Dinonaktifkan Tantang 4 Pimpinan Pakai Hati Nurani

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 12 Mei 2021 15:46 WIB
Komisi III DPR memulai uji kelayakan dan kepatuhan calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/12/2015). Calon pimpinan KPK Sujanarko mendapat giliran pertama yang dicecar oleh anggota Komisi yang membidangi persoalan hukum tersebut. lamhot Aritonang/detikcom.
Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar-Komisi dan Instansi (PJKAKI) KPK Sujanarko (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Sebanyak 75 pegawai KPK resmi nonaktif setelah tak lolos asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar-Komisi dan Instansi (PJKAKI) KPK Sujanarko yang termasuk 75 orang ini, menantang para pimpinan KPK untuk memakai hati nuraninya.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sujanarko dalam akun YouTube Haris Azhar. Sujanarko awalnya menjelaskan bahwa KPK dipimpin oleh empat pimpinan lainnya, tidak hanya Ketua KPK Firli Bahuri. detikcom telah mendapatkan izin untuk mengutip pernyataan Sujanarko.

"Saya terus terang pesan kepada 4 pimpinan lain, pertama sebetulnya, sistem kepemimpinan KPK itu kolektif kolegial, jadi harusnya satu orang tidak bisa mengendalikan organisasi, siapa pun itu," kata Sujanarko dalam tayangan video tersebut, Rabu (12/5/2021).

Dia meminta para pimpinan KPK lainnya menonjolkan hati nuraninya. Dia mendorong agar mereka berani bersikap terkait 75 orang pegawai KPK nonaktif ini.

"Saya tantang di forum ini, 4 pimpinan yang lain itu lebih menonjolkan hati nurani, harus lebih berani maksud saya begitu. Publik harus menagih mereka, karena gaji mereka besar loh, jadi jangan sampai dipersepsikan," ungkapnya.

Dia menegaskan bahwa budaya KPK juga memiliki kode etik, yakni semua pimpinan KPK tidak boleh jalan sendiri.

"Budaya KPK mulai jilid 1 sampai jilid 4, pimpinan setiap ketemuan orang lain, terutama yang high profile itu tidak pernah sendirian. Dan hari ini tolong dicek, apakah pimpinan KPK itu ada yang jalan sendiri-sendiri. Itu masuk kode etik," tuturnya.

Sebelumnya, diketahui bahwa penyidik senior KPK Novel Baswedan bersama 74 pegawai KPK lainnya nonaktif lantaran tak lolos TWK. KPK kemudian angkat bicara terkait hal ini. KPK menyebut mereka bukan dinonaktifkan, melainkan diminta menyerahkan tugas kepada atasannya.

Tonton video 'Blak-blakan Feri Amsari, 'Ada Dendam Pribadi Firli ke Novel Cs'':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2