Pasca-OTT Bupati Nganjuk, Kabareskrim Sambangi KPK

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 16:05 WIB
Kabareskrim Polri Komjen Agus Andriyanto mendatangi KPK (Azhar Bagas/detikcom)
Kabareskrim Polri Komjen Agus Andriyanto mendatangi KPK (Azhar Bagas/detikcom)
Jakarta -

Kabareskrim Polri Komjen Agus Ardianto mendatangi KPK. Diketahui KPK baru saja menciduk Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT).

Pantauan detikcom, Komjen Agus tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada pukul 15.25 WIB, Senin (10/5/2021). Dia datang beserta rombongannya.

Saat turun dari mobil, Komjen Agus langsung masuk ke lobi gedung KPK. Komjen Agus belum memberi keterangan terkait kedatangannya.

Sebelumnya, diketahui dalam operasi ini, KPK bekerja sama dengan Bareskrim Polri. Lalu, siapa yang akan menangani kasus yang bersangkutan?

"Nanti kita lihat keputusan Komisioner setelah koordinasi," kata Kabareskrim Polri Komjen Agus Ardianto saat dimintai konfirmasi, Senin (10/5).

Dimintai konfirmasi terpisah, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan sinergi KPK dengan Bareskrim Polri baru pertama kali dilakukan. Untuk itu, pihaknya akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan KPK.

"Sama-sama penegak hukum, nanti dikoordinasikan. Baru pertama sinergitas seperti ini," ujarnya.

Sebelumnya, KPK mengamankan 10 orang dalam OTT Bupati Nganjuk. Kesepuluh orang itu masih diperiksa di Polres Nganjuk.

"Informasi yang kami terima sejauh ini, tim gabungan telah melakukan permintaan keterangan atas dukungan jajaran Polres Nganjuk, terhadap sekitar 10 orang yang diamankan. Di antaranya Kepala Daerah dan beberapa ASN (aparatur sipil negara) di Pemkab Nganjuk," kata Ali.

KPK juga mengamankan bukti terkait perkara. Barang bukti tersebut merupakan uang dalam pecahan rupiah yang masih dalam proses konfirmasi kepada pihak yang diamankan itu.

"Adapun bukti yang ditemukan dan diamankan di antaranya berupa uang dalam pecahan rupiah yang saat ini masih dilakukan penghitungan dan dikonfirmasi kepada beberapa pihak yang telah diamankan tersebut," kata Ali.

Rahman ditangkap KPK karena diduga menerima suap terkait jual-beli jabatan di wilayah pemerintahannya. Uang ratusan juta rupiah juga disita KPK dalam OTT Rahman.

Status Rahman pun masih sebagai terperiksa. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang terjerat OTT Bupati Nganjuk.

Lihat Video: Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat Kena OTT KPK, Ini Profilnya!

[Gambas:Video 20detik]

(jbr/jbr)