Bareskrim Segera Ekspose OTT Bupati Nganjuk Bersama KPK

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 15:34 WIB
Penampakan Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat (kiri) saat terjaring OTT KPK (Dok istimewa)
Penampakan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat (kiri) saat terjaring OTT KPK. (Foto: dok. istimewa)
Jakarta -

Bupati Nganjuk Novi Rahman terjaring operasi tangkap tangan (OTT) hasil kerja sama KPK dan Bareskrim Polri. Kasus tersebut akan segera diekspos.

"Untuk kasus Bupati Nganjuk, nanti akan ada keterangan resmi KPK dengan Bareskrim," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri, Senin (10/5/2021).

"Nanti akan bersama-sama menjelaskan kasus Nganjuk Bareskrim dengan KPK. Nanti akan dijelaskan di sana," sambungnya.

Rusdi menuturkan kerja sama KPK dengan Bareskrim Polri terkait dengan kasus korupsi sejauh ini sudah berjalan baik. Mulai pengolahan data hingga OTT bersama.

"Hubungan kerja sama KPK dengan Bareskrim itu telah berjalan dengan baik, kegiatan-kegiatan bersama-sama dalam pengolahan data dan kegiatan bersama dalam OTT sudah berjalan," tuturnya.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan sinergi KPK dengan Bareskrim Polri baru pertama kali dilakukan. Untuk itu, pihaknya akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan KPK.

"Sama-sama penegak hukum, nanti dikoordinasikan. Baru pertama sinergisitas seperti ini," kata Argo saat dimintai konfirmasi Senin (10/5/2021).

Sementara itu, juru bicara KPK Ali Fikri menyampaikan Bareskrim Polri telah menyelidiki kasus tersebut sejak April 2021. Novi diduga menerima sejumlah uang terkait pengurusan promosi jabatan di Pemda Nganjuk.

"KPK sejak awal dalam kegiatan ini, men-support penuh Tim Bareskrim Mabes Polri yang telah melakukan penyelidikan sejak sekitar April 2021 atas dugaan TPK penerimaan sejumlah uang untuk mengurus promosi jabatan di lingkungan Pemkab Nganjuk," kata Ali Fikri kepada wartawan.

Ali mengatakan OTT ini merupakan sinergi KPK dengan Polri. Dia mengatakan saat ini proses pemeriksaan terhadap para pihak yang terjaring OTT masih dilakukan.

"Kegiatan tangkap tangan di wilayah Jawa Timur ini merupakan sinergi KPK dengan Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri," ujar Ali.

Diketahui, KPK mengamankan 10 orang dalam OTT Bupati Nganjuk. Kesepuluh orang itu masih diperiksa di Polres Nganjuk.

"Informasi yang kami terima sejauh ini, tim gabungan telah melakukan permintaan keterangan atas dukungan jajaran Polres Nganjuk, terhadap sekitar 10 orang yang diamankan. Di antaranya kepala daerah dan beberapa ASN (aparatur sipil negara) di Pemkab Nganjuk," kata Ali.

KPK juga mengamankan bukti terkait perkara. Barang bukti tersebut merupakan uang dalam pecahan rupiah yang masih dalam proses konfirmasi kepada pihak yang diamankan itu.

"Adapun bukti yang ditemukan dan diamankan di antaranya berupa uang dalam pecahan rupiah yang saat ini masih dilakukan penghitungan dan dikonfirmasi kepada beberapa pihak yang telah diamankan tersebut," kata Ali.

Rahman ditangkap KPK karena diduga menerima suap terkait jual-beli jabatan di wilayah pemerintahannya. Uang ratusan juta rupiah juga disita KPK dalam OTT Rahman.

Status Rahman pun masih sebagai terperiksa. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang terjerat OTT Bupati Nganjuk.

Simak Video: Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat Kena OTT KPK, Ini Profilnya!

[Gambas:Video 20detik]



(maa/maa)