Panglima Kekaisaran Sunda Nusantara Klaim Punya Harta Terpendam

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Jumat, 07 Mei 2021 06:59 WIB
Kendaraan Mitsubishi Pajero bernomor polisi SN-45-RSD yang dikendarai oleh pria bernama Rusdi Karepesina (55) di Tol Cawang. Pria tersebut mengaku sebagai Jenderal Muda di Negara Kekaisaran Sunda Nusantara (Dok Polda Metro Jaya)
Foto: Kendaraan Mitsubishi Pajero bernomor polisi SN-45-RSD yang dikendarai oleh pria bernama Rusdi Karepesina (55) di Tol Cawang. Pria tersebut mengaku sebagai Jenderal Muda di 'Negara Kekaisaran Sunda Nusantara' (Dok Polda Metro Jaya)
Depok -

Seorang pria bernama Alex Ahmad Hadi Ngala di Beji, Depok, disebut-sebut sebagai pimpinan Kekaisaran Sunda Nusantara. Sebagai pemimpin, Alex Ahmad Hadi Ngala punya jabatan sebagai Panglima Majelis Agung Sunda Archipelago (MASA).

Alex Ahmad Hadi Ngala tercatat sebagai warga Beji, Kota Depok. Ketua RT setempat, M Syarif rupanya sudah mengetahui soal Kekaisaran Sunda Nusantara yang dipimpin oleh Alex Ahmad Hadi Ngala ini.

"Kira-kira....saya enggak tahu persisnya, tetapi sudah lama," kata M Syarif saat ditemui detikcom di kediamannya, Kamis (6/5/2021) malam.

Syarif mengatakan Alex Ahmad Hadi Ngala ini warga asal Manado dan istrinya orang Depok. Kata Syarif, Alex Ahmad Hadi Ngala sudah lama tinggal di situ.

"Dia itu orang Manado, dia dapat orang asli sini, istrinya orang sini. (Menikah) mungkin tahun 90-an, tinggal di situ sama mertua. Rumah peninggalan Belanda itu modelnya," tuturnya.

Menurut Syarif, Alex Ahmad Hadi Ngala pernah mempengaruhi orang-orang untuk ikut ke Kekaisaran Sunda Nusantara. Bahkan, kata dia, Alex Ahmad Hadi Ngala mempengaruhi mertuanya, termasuk Syarif sendiri pernah diajak untuk gabung.

"Jadi orang tuanya termasuk kehasut sama anaknya, sudah almarhum. Sempet mertuanya bilang 'Pak RT nggak usah kerja, nanti digaji ada harta terpendam dari kerajaan', ha..ha...ha..ha. Wah ini orang stres," katanya.

Meski begitu, Syarif mengaku tidak terhasut ajakan Alex dan mertuanya itu. Kala itu, Syarif hanya menganggapnya angin lalu saja.

Halaman selanjutnya, Pak RT mengira cuma angin lalu

Selanjutnya
Halaman
1 2