Penjelasan Lengkap KPK soal 'Tes Wawasan Kebangsaan' Pegawai Jadi ASN

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 19:09 WIB
KPK
Konferensi Pers KPK (Azhar Bagas Ramadhan/detikcom)
Jakarta -

KPK menyampaikan hasil asesmen tes wawasan kebangsaan pegawai KPK untuk alih status sebagai aparatur sipil negara (ASN). Dari hasil asesmen itu sebanyak 75 orang pegawai dinyatakan tidak memenuhi syarat.

Konferensi pers itu dihadiri Ketua KPK Firli Bahuri ditemani Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron. Selain itu, ada anggota Dewan Pengawas (Dewas) KPK Indriyanto Seno Adji dan Sekjen KPK Cahya Harefa.

Dalam acara tersebut, Firli Bahuri bicara soal polemik terkait hasil tes alih status pegawai KPK menjadi ASN. Dia mengatakan tak ada niat mengusir pegawai dari KPK lewat tes itu.

Firli awalnya menyayangkan isu seputar tes ASN tersebut. Dia mengatakan ada pihak yang mengaku memiliki info dan membocorkan hasil tes tanpa menunggu pengumuman resmi.

"Ada pihak-pihak yang telah mengambil suatu sikap dan telah menjadikan korban pihak yang mengaku memiliki informasi dan telah membocorkan informasi tanpa menunggu pengumuman resmi dari lembaga KPK yang sama-sama kita cintai," ujar Firli, Rabu (5/5/2021).

Dia kemudian menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang telah memprioritaskan pegawai KPK menjadi ASN. Menurutnya, banyak tenaga honorer yang belum diangkat sebagai ASN.

Dia mengatakan tes untuk alih status menjadi ASN adalah amanat undang-undang. Menurutnya, tak ada niat mengusir insan KPK lewat tes tersebut.

"Selanjutnya tentu kami segenap insan KPK ingin menegaskan pada kesempatan sore hari ini, tidak ada kepentingan KPK, apalagi kepentingan pribadi maupun kelompok, dan tidak ada niat KPK untuk mengusir insan KPK dari lembaga KPK. Kita sama-sama berjuang untuk memberantas korupsi, kita sama-sama lembaga sebagai penegak undang-undang," ucapnya.

Dia menegaskan keputusan di KPK diambil secara kolektif. Firli mengaku tak ada keputusan yang bersifat pribadi.

"Pimpinan KPK adalah kolektif kolegial sehingga seluruh keputusan yang diambil adalah bulat dan kita bertanggung jawab secara bersama-sama," ujar Firli.

Namun, KPK tak mengungkap nama-nama 75 pegawainya yang tak memenuhi syarat sebagai ASN. Firli mengatakan nama tersebut akan disampaikan melalui Sekjen setelah surat keputusannya keluar.

Selanjutnya Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menyampaikan hasil assessment pegawai KPK. Berikut pernyataan lengkapnya:

Rekan-rekan jurnalis media masa dan masyarakat Indonesia yang selalu menyimak juga menyaksikan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menyampaikan dengan ini : Pengumuman Hasil Asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) Dalam Rangka Pengalihan Pegawai KPK menjadi ASN oleh Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia (BKN RI).

Sepanjang tanggal 18 Maret sampai 9 April 2021, KPK bekerjasama dengan BKN RI telah berhasil melakukan asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) terhadap 1.351 pegawai. Terdapat 2 orang diantaranya tidak hadir pada tahap wawancara.

Pelaksanaan Asesmen Pegawai KPK bekerjasama dengan BKN RI telah sesuai dengan Pasal 5 ayat (4) Perkom KPK No. 1 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pengalihan Pegawai KPK menjadi Pegawai Aparatur Sipil Negara.

Pelaksanaan asesmen Tes Wawasan Kebangsaan oleh KPK untuk pengalihan status pegawai menjadi ASN merupakan sebuah amanat dari Undang-undang sbb : a. Undang Undang No. 19/2019 tentang Perubahan Kedua atas UU No. 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi;
b. (2) PP No. 41/2020 tentang Pengalihan Pegawai KPK menjadi Pegawai ASN serta Peraturan KPK No. 1/2021 tentang Tata Cara Pengalihan Pegawai KPK menjadi Pegawai ASN.

Berdasarkan landasan hukum tersebut maka, syarat yang harus dipenuhi pegawai KPK agar lulus asesmen TWK untuk menjadi ASN sebagai berikut :
a. Setia dan Taat pada Pancasila, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Pemerintah yang sah;
b. Tidak terlibat kegiatan organisasi yang dilarang pemerintah dan atau putusan pengadilan;dan
c. Memiliki integritas dan moralitas yang baik.

Simak video 'Hasil Tes ASN KPK: 75 Pegawai Tidak Memenuhi Syarat':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2