Round-Up

Duduk Perkara Mahasiswa Demo Hardiknas Berujung Status Tersangka

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 22:05 WIB
Gedung Densus 88 Polda Metro Jaya
Markas Polda Metro Jaya (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Demo massa di Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Senin (3/5), berujung penangkapan 9 mahasiswa dan buruh. Sembilan orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka.

Sembilan orang tersebut kemudian dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan. Meski begitu, polisi memastikan proses hukum terhadap kesembilan tersangka terus berlanjut.

"Tidak dilakukan penahanan, tetapi prosesnya berjalan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (4/5/2021).

Yusri mengatakan 9 tersangka tersebut tidak seluruhnya berstatus mahasiswa. Ada di antaranya buruh dari Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI).

"Kemarin memang sore itu sekitar pukul 17.30 kita mengamankan ada sembilan orang. Yang sebagian adalah mahasiswa, yang sebagian lagi adalah dari KASBI (Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia), ada beberapa dari KASBI, ada juga pengangguran yang mengakunya adalah buruh," jelasnya.

Yusri mengatakan kesembilan tersangka ini juga hadir di demo Hari Buruh 1 Mei 2021.

"Tanggal 3 Mei ini, (9 tersangka) Hardiknas hadir, Hari Buruh hadir juga. Hari Pendidikan Nasional hadir juga mereka-merekanya semua ini," katanya.

Mengabaikan Perintah Petugas

Yusri menyampaikan polisi telah menyampaikan beberapa kali teguran terhadap massa aksi. Namun, menurut Yusri, massa mengabaikan perintah petugas.

"Kan sudah kita kasih tahu, sudah pertama mereka berkumpul, sudah tidak sesuai. Kemudian kita sampaikan (teguran) pertama 'udah, kembalilah, sudah lewat jam berapa ini?' Sampai kedua kali pun tidak diindahkan, ketiga kali tidak diindahkan," ujar Yusri di Polda Metro Jaya, Selasa (4/5/2021).

"Sekarang ini PPKM berskala mikro. Masa mau jadi kayak India kita ini, masa tidak mau dibatasi untuk berkumpul?" sambungnya.

Yusri mengatakan petugas saat itu sudah berkali-kali mengingatkan massa untuk segera membubarkan diri.

"Yang terjadi kemarin sudah diperingati oleh petugas. Sejak pagi sudah demo, sekitar pukul 16.30 WIB itu diingatkan lagi untuk pertama nih, sebaiknya cukup, mengingat ini juga hari puasa dan juga situasi pandemi COVID ini kan 5M kita mengharapkan," katanya.

Dia menegaskan pihaknya tak melarang penyampaian pendapat di muka umum. Namun, menurutnya, kegiatan tersebut tetap harus dilakukan dengan pelaksanaan protokol kesehatan.

Halaman selanjutnya, para tersangka dijerat UU Wabah penyakit Menular

Selanjutnya
Halaman
1 2 3