Cerita Anak Buah John Kei Diminta Tagih Utang Nus Kei, Malah Bacok Erwin

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 17:44 WIB
Jakarta -

Saksi yang juga terdakwa dalam kasus penyerangan di Green Lake City, Tangerang, dan Kosambi, Jakarta Barat, Henra Yanto menceritakan awal mula pembacokan yang dilakukan kelompoknya terhadap keponakan Nus Kei, Erwin. Kesaksiannya disampaikan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat.

"Ada empat mobil, kami paling belakang," kata Henra, Selasa (4/5/2021).

Henra mengatakan dia bersama kelompoknya diminta John Kei menagih utang kepada Nus Kei di Green Lake City. Utang itu Rp 1 miliar.

Namun, di tengah jalan, mobil yang ditumpangi Henra tertinggal dari rombongan anak buah John Kei lainnya. Henra mengaku saat itu tersesat.

Saat berada di Kosambi, Henra dan rombongan berhenti membeli rokok. Ketika itu rombongan berusaha menanyakan alamat.


"Saat itu saya memilih di dalam mobil bersama Teco, sementara keempat orang lainnya keluar mobil," katanya.

Tiba-tiba, ujar Henra, terdengar teriakan 'Pele, pele!'. Dalam bahasa Ambon diartikan sebagai tahan dia. Teriakan itu berasal dari terdakwa lain, yakni Yeremias.

Rupanya, saat itu ada korban Erwin dan Frangky Rumatora alias Angki. Keduanya mengendarai sepeda motor.

"Kata Mario potong (bacok), lalu saya potong itu punggungnya," katanya.

Henra mengaku membacok Erwin satu kali. Dia membacok menggunakan golok yang dibawa sebelumnya. Setelah membacok, anak buah John Kei itu langsung masuk ke dalam mobil.

"Sampai di mobil, Yeremias marah-marah, kenapa tadi sudah teriak pele-pele tapi tidak tahan beliau. Karena itu almarhum Yustus Corwing Rahakbau alias Erwin masih saudara sama kita, satu kampung," ujarnya.

Panik, para terdakwa dalam mobil itu kabur. Mereka membuang golok yang digunakan untuk membacok di Cakung, Jakarta Timur.

Diketahui, Erwin tewas setelah dibacok. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (21/6/2020).

(man/aud)