Sidang Kasus Penyerangan, Jaksa Tunjukkan Golok Anak Buah John Kei

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 14:03 WIB
Jakarta -

Sidang kasus penyerangan Green Lake City, Tangerang; dan Kosambi, Jakarta Barat, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat. Agenda hari ini merupakan pemeriksaan saksi yang juga menjadi terdakwa dalam perkara ini.

Ada delapan orang terdakwa, yakni John Kei dan tujuh orang anak buahnya, Daniel Hendrik Far Far, Henra Yanto Notanubun, Bony Haswerus, Bukon Koko Bukubun, Yeremias Farfarhukubun, Franklyn Resmo, dan Semuel Rahanbinan.

Para saksi yang juga terdakwa mengikuti jalannya sidang secara virtual. Dalam sidang ini, jaksa menunjukkan golok yang digunakan anak buah John Kei untuk menghabisi nyawa keponakan Nus Kei, Erwin.

Mulanya, jaksa menanyakan kepada salah satu saksi yang juga menjadi terdakwa, Hendra Yanto. Jaksa menanyakan kronologi terkait pembacokan Nus Kei.

"Selain bawa mobil, saya bawa golok, kebiasaan kita orang Ambon kalau keluar selalu bawa golok, bukan untuk ribut, untuk jaga diri," ujar Henra, Selasa (4/5/2021).

Sidang John KeiSidang John Kei (Ilman/detikcom)

Ketika itu, Henra dan anak buah John Kei yang lain diminta untuk menagih utang ke rumah John Kei di Green Lake. Namun Henra tak mengetahui berapa banyak utang tersebut.

"Berapa sih utangnya?" tanya jaksa.

"Kalau jumlahnya saya tidak tahu," jawab Henra.

Jaksa kemudian menunjukkan golok yang digunakan oleh Henra untuk membacok Erwin. Pembacokan itu terjadi di Kosambi.

"Benar ini goloknya?" tanya jaksa.

"Betul," Erwin membenarkan.

Hakim anggota kemudian menanyakan alasan Henra membacok korban. Namun Henra mengaku tidak tahu alasannya melakukan pembacokan itu.

"Kenapa membacok?" tanya hakim.

"Kejadian awal saya tidak tahu pasti. Pas saya turun dari mobil Mario kejar korban," ucapnya.

Majelis hakim pun heran dengan jawaban Henra. "Kalau nggak tahu ngapain bacok?" Kata hakim.

Henra mengatakan pembacokan itu diperintah oleh Mario. Dia tidak tahu alasan pastinya.

"Saya tidak tahu. Penyebab utamanya tanya Mario saja," kata Henra.

(man/knv)