Round-Up

Maut Gegara Sianida Lagi-lagi Bikin Gempar Indonesia

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 03:00 WIB
Nani Aprilliani Nurjaman, pegirim takjil beracun di Bantul
Foto: Pelaku Pemberi Sate Racun Sianida ke Anak di Bantul (PIUS ERLANGGA/detikcom)

Kronologi Kasus

Diberitakan sebelumnya, ayah korban yang berprofesi sebagai driver ojol, Bandiman (47) mengaku didatangi seorang wanita saat sedang beristirahat di samping sebuah Masjid di Jalan Gayam, Kota Yogyakarta tepatnya seberang kantor Radio Geronimo Minggu (25/4). Wanita tersebut meminta Bandiman mengirimkan paket takjil tersebut ke daerah Bangunjiwo, Bantul tanpa melalui aplikasi.

Bandiman pun menerima permintaan wanita tersebut. Namun saat paket takjil itu diantar ke alamat penerima, pihak penerima mengaku tidak mengenal wanita misterius tersebut. Sehingga paket takjil tersebut diberikan ke Bandiman sebagai menu buka puasa.

Nahas, setiba di rumah takjil itu disantap Bandiman dan keluarganya. Namun tak lama istri dan anak keduanya yang bernama Naba muntah-muntah sehingga dilarikan ke rumah sakit. Istri Bandiman selamat, nahas putra keduanya justru meninggal.

"Kalau dokternya saat itu bilang positif kena racun. Tapi racun jenis apa masih menunggu hasil lab. Saya tanya polisi masih menunggu hasil laboratorium. Karena kalau racun bisana reaksinya nunggu 2 jam. Nah ini kok langsung bereaksi," ujar Bandiman saat ditemui di kediamannya, Pedukuhan Salakan, Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon, Bantul, Selasa (27/4).

Pengungkapan Kasus

Dalam proses penyelidikan itu, polisi menemukan keunikan dari bungkus sate yang dibeli Nani. Bungkus sate beracun dan tatanan lontong yang dibeli pelaku memiliki ciri khas yang jadi petunjuk penting dalam mengungkap kasus takjil sianida ini.

"Kunci pengungkapan itu dari bumbu satenya yang terbilang unik dan bungkus sate warna kuning, kan jarang itu lalu kami cari. Penjual satenya ternyata di sekitar (Kemantren) Umbulharjo," katanya Burkan.

Selain itu, sate yang dibeli Nani memiliki pengemasan yang unik untuk lontongnya. Dari situlah polisi menelusuri siapa pembeli sate tersebut.

"Dan lontongnya dibungkus seperti lopis, terus sate yang buka siang hari kan bisa dihitung," ucapnya.

"Tapi yang paling berperan dalam pengungkapan kasus ini dari keterangan saksi-saksi yang dilanjutkan penyelidikan," imbuh Burkan.

Simak selengkpanya soal motif pelaku.



Simak Video "Jerat Pasal Pembunuhan Berencana untuk Nani Peracik Takjil Sianida"
[Gambas:Video 20detik]