Polisi Buru Pria yang Ajari Nani Aprilliani Racik Takjil Sianida

Pradito Rida Pertana - detikNews
Senin, 03 Mei 2021 18:48 WIB
Satreskrim Polres Bantul telah menangkap wanita pengirim takjil beracun yang menewaskan bocah yang memakan takjil tersebut. Begini tampangnya.
Nani Aprilliani pelaku kasus takjil sianida yang tewaskan anak driver ojol di Bantul. (Foto: Pius Erlangga/detikcom)
Bantul -

Polisi menyebut tersangka kasus takjil sate beracun sianida, Nani Apriliani Nurjaman (25), mendapat anjuran dari salah seorang pelanggan salon berinisial R. Polisi tengah memburu R yang merupakan seorang pria.

"Untuk sementara kita tetap cari, namun informasi terakhir HP-nya off tapi tetap kita dalami," kata Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi kepada detikcom, Senin (3/5/2021).

Ngadi menyebut R adalah seorang laki-laki. Selain itu, dia menduga R adalah pelanggan salon di tempat Nani bekerja.

"Iya cowok lah. Karena (Nani) pegawai di sektor swasta lah, termasuk salon kan pegawai swasta to," ucapnya.

Sebelumnya, Ngadi melalui rilis tertulis menyebut Nani adalah pegawai di sebuah salon dan memiliki beberapa pelanggan. R disebut menyukai Nani, tapi ditolak.

"Kemudian ada salah satu pelanggan salon berinisial R yang suka terhadap tersangka (Nani). Tetapi tersangka tidak suka dengan R. Karena tersangka menyukai pelanggan lain T (Tomy)," katanya melalui keterangan tertulis yang dibaca detikcom, hari ini.

Namun, setiap Nani dan T memiliki permasalahan, Nani selalu bercerita dengan R. Kemudian R menyarankan untuk memberikan pelajaran kepada T dengan memberikan Kalium Sianida yang dicampur dengan makanan yang efeknya setelah dimakan hanya muntah dan diare.

"Akhirnya tersangka mengikuti anjuran R dengan jalan membeli KCN secara online. KCN tersebut kemudian dicampurkan di dalam bumbu sate ayam yang sudah dibeli sebelumnya oleh tersangka," ujarnya.

Ketika hendak memberikan makanan tersebut kepada T, Nani mendapatkan anjuran dari R untuk mengirimkan sate bercampur KCN menggunakan ojek online.

"Namun, tanpa aplikasi agar tidak diketahui siapa yang mengirim dan tersangka mengikuti saran tersebut," ucapnya.

Ditemui seusai jumpa pers, Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono mengatakan bahwa racun tersebut dipesan melalui aplikasi online, pada 28 Maret 2021. Dalam riwayat pembelian melalui e-commerce itu pesannya sodium sianida.

"Jadi pesanannya di aplikasi tersebut Sodium Sianida. Tapi setelah dicek, ternyata Kalium Sianida," katanya.

Lihat juga Video: Ini Nani Aprilliani Pengirim Takjil Beracun Sianida

[Gambas:Video 20detik]



(sip/rih)