Terpopuler Sepekan

Tes Antigen Bekas Raup Miliaran Rupiah, 9.000 Orang Jadi Korban

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 02 Mei 2021 09:36 WIB
Polisi menggerebek lokasi  Layanan Tes Antigen Bekas di Bandara Kualanamu Sumut.
Penggerebekan tes antigen bekas di Kualanamu. (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Kasus alat tes antigen bekas di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, menggegerkan masyarakat. Kecurangan yang dilakukan oknum laboratorium yang dikelola Kimia Farma sejak 2020 mengakibatkan 9.000-an orang jadi korban.

Kasus ini terungkap saat Polda Sumut menggerebek tempat tes antigen di Bandara Kualanamu pada Selasa (27/4/2021) lalu. Lokasi itu diduga menggunakan alat tes antigen bekas pakai yang berulang kali dimasukkan ke hidung pasien.

"Iya itu dugaan-dugaan ke arah situ semuanya didalami oleh penyidik. Makanya nanti penyidik secara komprehensif pendalaman baru nanti disampaikan," ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi di Polda Sumut, Medan, Kamis (29/4).

Peralatan bekas itu diduga berupa alat yang dimasukkan ke hidung. Stik yang dicolokkan ke hidung pasien diduga dicuci atau dibersihkan lagi setelah dipakai untuk digunakan ke pasien berikutnya.

Polisi menyebut ada sekitar 9.000 orang telah menggunakan alat tes antigen bekas itu. Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan 5 tersangka.

Para tersangka adalah eks Business Manager Laboratorium Kimia Farma Jl Kartini Medan berinisial PM (45); mantan kurir Laboratorium Kimia Farma, SR (19); mantan CS di Laboratorium Klinik Kimia Farma, DJ (20); mantan pekerja bagian admin Lab Kimia Farma Jl Kartini Medan, M (30); dan mantan pekerja bagian admin hasil swab, R (21).

"Dari hasil pemeriksaan dari saksi-saksi bahwa kegiatan penggunaan cotton bud swab antigen bekas tersebut mulai dilakukan oleh karyawan dari Laboratorium Kimia Farma yang berlokasi di Jalan RA Kartini No 1 Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Sumut, dilakukan sejak 17 Desember 2020 dan diperuntukkan buat swab di Bandara Kualanamu Internasional Airport," ucap Kapolda Sumut Irjen Panca Putra dalam konferensi pers di Medan.

Pelusi mengungkap, dalam sehari, diperkirakan ada 250 orang melakukan tes antigen di laboratorium yang dikelola oleh Kimia Farma itu. Setengahnya diduga menjadi korban penggunaan alat tes antigen bekas.

"Kita masih terus dalami. Yang jelas satu hari ada kurang-lebih 100-150 dan 200 penumpang yang melakukan tes swab ini. Paling kalau kita hitung 100 saja setiap hari, kalau 3 bulan saja sudah 90 kali 100, udah 9.000 orang," ujar Panca.

Simak selengkapnya pada halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2