Ada Kasus Antigen Bekas, Muhadjir Janji Benahi Pengelolaan Limbah Medis

Datuk Haris Molana - detikNews
Sabtu, 01 Mei 2021 17:10 WIB
Muhadjir Effendy
Foto Muhadjir Effendy: (Dok Humas Kemenko PMK)
Jakarta -

Menko PMK, Muhadjir Effendy, menyesalkan adanya kasus tes swab antigen bekas di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara (Sumut). Muhadjir mengatakan akan melakukan evaluasi terkait pengelolaan limbah medis khususnya alat tes swab COVID-19.

"Nanti akan kita evaluasi. Saya kira sudah dari pihak aparat, terutama Pak Menteri BUMN sudah mengambil tindakan. Dan saya pun saja sangat menyayangkan, sangat menyesalkan apa yang telah dilakukan oleh aparat kita yang tidak bertanggung jawab itu dan ini tidak boleh terulang lagi," kata Muhadjir Effendi di Medan, Sabtu (1/5/2021).

Muhadjir mengatakan salah satu yang menjadi perhatiannya adalah manajemen limbah. Dia meminta agar manajemen limbah ditegakkan dengan ketat sehingga tidak bisa didaur ulang lagi.

"Dan salah satu hal yang harus diperhatikan sebetulnya adalah manajemen limbah. Manajemen limbahnya harus betul-betul ditegakkan dengan ketat sehingga jangan sampai ada limbah medis yang kemudian didaur ulang untuk tujuan-tujuan yang tidak baik itu," tegas Muhadjir.

Dia juga berjanji akan membenahi manajemen limbah medis. Muhadjir juga mengaku bingung dengan perbuatan lima tersangka kasus swab antigen bekas ini karena perbuatan mereka membahayakan masyarakat.

"Jadi ini nanti juga akan kita benahi dalam hal manajemen limbah medisnya. Mestinya kalau sudah limbah ya sudah dibuang, kok ini bisa ada limbah kok masih berkeliaran di luar itu, gimana ceritanya. Inikan limbah berbahaya," ucap Muhadjir.

Sebelumnya polisi menetapkan lima orang sebagai tersangka kasus dugaan penggunaan alat tes antigen bekas di Bandara Kualanamu pada Kamis (29/4). Mereka dijerat melanggar UU Kesehatan dan UU Perlindungan Konsumen.

Kelima tersangka itu adalah orang-orang yang disebut bekerja di Kimia Farma sebagai pengelola laboratorium tes antigen Bandara Kualanamu:

1. BM (Business Manager) Laboratorium Kimia Farma Jl Kartini Medan, PM (45). Dia diduga berperan sebagai penanggungjawab laboratorium dan yang menyuruh melakukan penggunaan Cutton Buds Swab Antigen bekas.

2. Kurir Laboratorium Kimia Farma SR (19). Dia diduga berperan sebagai pengangkut Cutton Buds Swab Antigen bekas dari Kualanamu ke Lab Kimia Farma dan membawa Cutton Buds Swab Antigen bekas yang sudah diolah dan dikemas ulang dari Lab Kimia Farma ke Kualanamu.

3. CS di Laboratorium Klinik Kimia Farma, DJ (20). Dia diduga berperan melakukan mendaur ulang Cutton Buds Swab Antigen bekas menjadi seolah-olah baru.

4. Pekerjaan bagian Admin Lab Kimia Farma Jl Kartini Medan, M (30). Dia diduga berperan yang melaporkan hasil swab ke pusat.

5. Pekerjaan bagian Admin hasil Swab, R (21). Dia diduga berperan sebagai Admin hasil Swab test Antigen di Posko Pelayanan Pemeriksaan COVID-19 Kimia Farma Bandara Kualanamu.

Kelimanya dijerat Pasal 98 ayat (3) jo pasal 196 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan/atau Pasal 8 huruf (b), (d) dan (e) jo pasal 62 ayat (1) UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

(zap/jbr)