Anggota DPRD DKI: Program Rumah Panggung Gagasan Anies Hanya Lelucon!

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 30 Apr 2021 23:50 WIB
Proyek rumah panggung di Kampung Melayu Jaktim
Foto: Proyek rumah panggung Kampung Melayu, Jaktim. (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth mengkritisi pembangunan 40 unit rumah panggung di Kampung Melayu, Jakarta Timur. Kenneth menilai program rumah panggung gagasan Gubernur DKI Anies Baswedan hanya lelucon.

"Program rumah panggung yang digagas oleh Pak Anies, menurut saya, itu hanya sebuah lelucon. Itu hanya untuk menghindar dari masalah saja," kata Kenneth melalui keterangan tertulis, Jumat (30/4/2021).

Buktinya saja wilayah Kebon Pala dan rumah panggung tersebut masih kebanjiran kok. Pemimpin yang baik itu tidak akan lari masalah, hadapi masalah dan segera selesaikan," imbuhnya.

Kenneth memandang perlu solusi yang realistis dalam menangani banjir di Kampung Melayu. Menurutnya, Ibu Kota kerap kebanjiran akibat air kiriman dari wilayah lain.

"Jika Pak Anies benar-benar mau menyelesaikan masalah banjir ini akan 1.000 cara untuk menyelesaikannya, dan jika Pak Anies memang tidak mempunyai niat, akan juga ada 1.000 alasan untuk menghindarinya. Jadi menurut kami, jika seorang pemimpin mempunyai nawaitu yang baik, saya yakin semuanya akan berakhir dengan baik, tetapi jika nawaitu-nya tidak baik ya tidak akan baik juga hasilnya," ujarnya.

Anggota DPRD DKI dari Fraksi PDIP itu menyarankan agar Pemprov DKI memasang sheet pile di sepanjang Kali Ciliwung secara integral. Kemudian, merelokasi penduduk yang bermukim di bantaran Kali Ciliwung.

"Kunci paling penting dalam pengendalian banjir di wilayah Kebon Pala adalah pemasangan sheet pile di wilayah bantaran Kali Ciliwung, jangan malah dibuatkan rumah panggung disana," jelas Kenneth.

Selain itu, Kenneth juga mendesak agar Pemprov DKI segera merampungkan pembebasan lahan warga yang ada di sekitar kali Ciliwung. Pemprov DKI, sebut dia, dapat berkoordinasi bersama aparat setempat untuk berkomunikasi dengan warga.

"Lurah setempat harus melakukan sosialisasi secara intens kepada warga yang tinggal di bantaran Kali Ciliwung, tentang bahaya banjir dan apa saja program Pemprov DKI dalam penanggulangannya, permasalahan yang selama ini terjadi di lapangan yang sering saya temui bahwa kurangnya edukasi dan pengetahuan warga mengenai program Pemprov DKI tentang penanggulangan banjir," ucapnya.

"Harus di susun strategi komunikasi yang baik supaya tercapai win win solution, agar supaya masyarakat bisa memahami dan mau mengalah jika pembebasan lahan sudah dilaksanakan dengan tujuan menormalisasi bantaran Kali Ciliwung agar ke depannya tidak terjadi banjir terus menerus," sambungnya.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2