detikcom Do Your Magic

IKAPPI Minta Pasar Jaya Latih Pedagang Jakarta Padamkan Api

Afzal Nur Iman - detikNews
Kamis, 22 Apr 2021 18:22 WIB
Ratusan kios di Pasar Inpres, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, ludes terbakar pada Senin (12/4) malam. Para pedagang pun tertegun melihat kondisi kiosnya usai kebakaran.
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

Dua kebakaran besar di pasar DKI Jakarta, yaitu di Pasar Kambing dan Pasar Minggu, terjadi dalam kurun waktu sebulan terakhir. Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) berharap Perumda Pasar Jaya menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR) di area pasar dan melatih pedagang padamkan api.

"Kami juga mendorong agar Pasar Jaya mempersiapkan APAR atau penanganan kebakaran secara dini," kata Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi IKAPPI Reynaldi Sarijowan saat dihubungi, Kamis (22/4/2021).

"Mendorong agar pengelola pasar atau Pasar Jaya melatih pedagang-pedagang untuk bisa melakukan pemadaman diri terhadap kebakaran-kebakaran pasar," ujarnya.

Menurutnya, APAR yang ada di pasar perlu diperbanyak lagi. Selain itu, pelatihan untuk menggunakan APAR dirasa perlu dilakukan.

"Perlu untuk diperbanyak di tiap-tiap blok pasar APAR-nya serta cara menggunakannya perlu ada pelatihan pencegahan kebakaran pasar," kata Reynaldi.

Reynaldi menyebut Ikappi ingin kebakaran yang terjadi di Pasar Minggu, Jakarta Selatan dan di Pasar Kambing, Jakarya Pusat dianggap alarm untuk lebih waspada oleh Pemprov DKI khususnya Perumda Pasar Jaya.

"Agar Pasar Jaya dan Pemprov DKI menyikapi kebakaran pasar di DKI ini sebagai alarm bagi pasar-pasar yang ada di DKI Jakarta untuk lebih waspada," tambahnya.

Dia juga mengimbau pedagang pasar, khususnya di DKi Jakarta, agar tetap waspada terhadap kebakaran yang mungkin terjadi. Ikappi mendorong adanya ronda yang dilakukan pedagang pasar setelah pasar tutup.

"Kami mendorong agar ada ronda-ronda atau kelompok-kelompok pedagang untuk melakukan ronda keliling di setiap sore dan malam hari setelah pasar tutup, dan melakukan konsolidasi ke pedagang-pedagang di masing-masing blok," ungkapnya.

Berbagai upaya harus dilakukan agar kebakaran pasar dimanapun tidak terulang. Jika hal tersebut tidak diantisipasi, pasti akan menimbulkan kerugian yang besar.

"Kita tahu bahwa kebakaran di bulan Ramadhan merupakan pukulan berat bagi pedagang pasar, jika itu tidak diantisipasi dengan baik, maka akan menimbulkan kerugian yang cukup besar," kata Reynaldi.

(aik/aik)