Pro-Kontra Rencana Pembangunan Masjid di Kompleks TVM Jakbar

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 23:03 WIB
Tenda Masjid At-Tabayyun di Kompleks TVM Jakbar
Tenda Masjid At-Tabayyun (dok. Istimewa)

Panitia Pembangunan Masjid At Tabayyun akhirnya mengurus Surat Rekomendasi dari FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kota Jakarta Barat dan akhirnya diperoleh setelah proses 9 bulan. Sedangkan SK Gubernur tentang pemberian izin pemanfaatan lahan untuk masjid tersebut kini digugat oleh sekitar 12 warga (di luar Ketua RW dan satu Ketua RT TVM) ke PTUN.

Lantaran masjid belum juga rampung, warga muslim di TVM pun mendirikan tenda selama Ramadhan 2021. Namun lagi-lagi ada pertentangan, baru dua hari warga mayoritas keberatan dengan didirikannya tenda tersebut. Disebutkan juga ada ultimatum untuk membongkar tenda selama 3x24 jam.

"Ini sulit dipercaya, tapi nyata. Padahal pemenuhan sarana ibadah bagi semua warga Indonesia dijamin oleh negara yang berasas Pancasila," ucap salah seorang pengurus Masjid At Tabayyun, Andrey Suyatman.

Sementara itu, salah satu warga yang kontra dengan pembangunan masjid itu menegaskan, adanya pertentangan bukan karena urusan agama. Melainkan terkait lagan yang sudah disediakan.

"Sebetulnya yang saya lihat itu masalah lokasi saja, bukan masalah agama. Masalah lokasi karena pihak penggugat itu menganggap ini lahan hijau, sedangkan untuk rumah ibadah itu sebenarnya sudah disediakan di blok D situ, masih di kawasan sini. Jadi lebih sesuai dengan site plan lah. Jadi itulah, bukan sama sekali masalah agama. Jadi site plan itu yang diluruskan. Itu aja sih," kata sumber di lokasi kepada detikcom. Sumber menolak namanya disebut dalam pemberitaan.

Dia juga menjawab soal lahan itu yang sudah lama dipakai untuk kantor RW. Menurut dia, jika lokasi itu ditambah dengan pembangunan masjid, lahan tersebut tak lagi bisa dimanfaatkan sebagai RTH.

"Kalau masjid mungkin dibangunnya cukup luas. Nah itu yang membuat ruang terbuka hijau itu akan tertutup," terangnya.

Dia menegaskan lagi persoalan yang terjadi bukan terkait agama. Namun sampai saat ini belum terselesaikan.

"Jadi ya kalau dari pihak masjid kan menganggap ini lokasi sudah diberikan izin oleh Gubernur. Nah tapi kalau pihak yang lawannya kan menganggap bahwa sebaiknya di lokasi yang disediakan, karena di sini lahan hijau," sambung dia.

Dia juga menuturkan, meski ada persoalan lahan, warga di Kompleks TVM masih damai. Permasalahan yang muncul disebutnya hanya perkara beda prinsip.

"Damai semua. Ini masalah beda prinsip aja. Kan sebagian maunya di sini, sebagian maunya di sana (pembangunan masjidnya). Masing-masing punya argumen. Tapi kalau ditanya, damai. Kita dari dulu cuma beda prinsip aja," katanya.

Halaman

(idn/hri)