Jejak Perkara Kebakaran Kejagung hingga 5 Tukang Dituntut 1 Tahun Penjara

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 20 Apr 2021 11:00 WIB
Renovasi gedung Kejagung menalan biaya sebesar Rp 350 miliar. Hal itu disepakati DPR saat rapat kerja.
Gedung utama Kejagung yang hangus terbakar pada akhir Agustus 2020 (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung) hangus terbakar di akhir pekan pada akhir bulan Agustus 2020. Ragam dugaan muncul hingga dikaitkan dengan kasus-kasus yang ditangani Korps Adhyaksa kala itu tetapi akhirnya pengusutan insiden kebakaran itu menjerat para tukang atau pekerja proyek.

Total ada 5 tukang yang ditetapkan sebagai tersangka yaitu Imam Sudrajat, Sahrul Karim, Karta, Tarno, dan Halim. Selain itu ada pula seorang mandor yang dijerat atas nama Uti Abdul Munir.

Selain itu ada tersangka lainnya yaitu inisial R sebagai Direktur Utama PT APM dan pejabat pembuat komitmen atau PPK dari Kejagung berinisial NH. Lalu ada tersangka lain yang belakangan dijerat yaitu inisial MD sebagai peminjam bendera PT APM, inisial JM selaku konsultan pengadaan ACP (aluminium composite panel) 2019 atau direktur pabrik penyedia ACP merek Seven, dan inisial IS selaku PPK tahun 2019.

Namun dari nama-nama tersangka di atas yang telah menjalani sidang hingga tahap penuntutan yaitu 5 orang tukang dan 1 mandor. Mereka diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel)

Mereka dijerat dengan Pasal 188 KUHP yang bunyinya:

Barang siapa karena kesalahan (kealpaan) menyebabkan kebakaran, ledakan atau banjir, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah, jika karena perbuatan itu timbul bahaya umum bagi barang, jika karena perbuatan itu timbul bahaya bagi nyawa orang lain, atau jika karena perbuatan itu mengakibatkan orang mati.

Berikut jejak perkara yang sempat menimbulkan berbagai macam dugaan ini:

Awal Kebakaran

Kabar mengenai kebakaran di gedung utama Kejagung muncul pada akhir pekan tepatnya Sabtu, 22 Agustus 2020 malam. Saat itu api menyala cukup besar dan petugas pemadam kebakaran (damkar) telah meluncur ke lokasi untuk memadamkan api.

Kala itu pejabat humas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Mulat Wijayanto, mengatakan laporan kebakaran diterima pada 19.10 WIB. Lima unit mobil damkar dikerahkan untuk mengatasi api.

"Situasi merah, proses pemadaman," ujar Mulat.

Pergulatan para petugas damkar itu berakhir keesokan harinya atau pada Minggu, 23 Agustus 2020. Kejagung pun menyerahkan penyelidikan penyebab kebakaran itu ke polisi.

Dugaan Kasus terkait Kebakaran

Ragam dugaan muncul terkait kebakaran yang terjadi di Kejagung. Terlebih saat itu tengah ramai salah satu jaksa Kejagung yaitu Pinangki Sirna Malasari terbelit perkara suap dari Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra. Sebab, Pinangki sempat berkantor di salah satu ruangan di gedung utama Kejagung yang terbakar itu.

Namun Korps Adhyaksa menjawab diplomatis atas segala dugaan di balik kebakaran itu. Apa katanya?

"Penyebab kebakaran ini sampai dengan saat ini masih dalam proses penyelidikan Polri," ujar Hari Setiyono sebagai Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung saat itu.

Tonton juga Video: Si Jago Merah Lahap Gudang Mebel di Pulo Gebang

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3