Round-Up

Saat Unsur Sengaja Tiada di Balik Hangusnya Markas Besar Jaksa

Wilda Nufus - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 08:27 WIB
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara di gedung Kejagung yang terbakar, Senin (24/82020).
Foto:Polisi Olah TKP Gedung Kejakgung yang Terbakar (Rengga Sancaya/detikcom).
Jakarta -

Petang itu sekitar 2 bulan lalu api membara menghanguskan gedung berlantai 6 di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan. Kini jelaga masih tersisa pada gedung yang menjadi markas bagi para jaksa.

Api tiba-tiba muncul pada Sabtu, 22 Agustus 2020 hingga benar-benar berhasil dijinakkan keesokan harinya. Bangunan yang terbakar merupakan gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung) di mana kantor Jaksa Agung berada di dalamnya.

Ragam dugaan bermunculan. Terlebih api muncul pada akhir pekan saat tidak ada aktivitas perkantoran di gedung itu. Di sisi lain Kejagung pun tengah dapat sorotan karena salah satu jaksanya yaitu Pinangki Sirna Malasari terbelit perkara suap dari Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra.

Namun Korps Adhyaksa menjawab diplomatis atas segala dugaan di balik kebakaran itu. Apa katanya?

"Penyebab kebakaran ini sampai dengan saat ini masih dalam proses penyelidikan Polri," ujar Hari Setiyono sebagai Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung pada Minggu, 23 Agustus 2020 atau sehari setelah api pertama kali muncul.

Polisi pun bergerak. Olah tempat kejadian perkara dilakukan hingga tim Pusat Laboratorium Forensik atau Puslabfor diterjunkan.

"Tim mengambil sampel abu arang dari dalam gedung, dan dibawa ke Puslabfor untuk diteliti. Selain itu, tim juga sedang mendalami arah penjalaran api," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam keterangan tertulis, Selasa (25/8).

Selain itu polisi juga berupaya mengambil CCTV dari sejumlah sudut yang ada di Kejagung. Harapannya awal mula api muncul terekam dalam CCTV itu.

"Tim mengambil CCTV di beberapa lokasi, tentunya untuk dianalisa terkait dengan asal mula kobaran api, karena memang itu yang bisa memberikan petunjuk lebih fokus untuk didalami sebagai awal mula api menyala," kata Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3