Warga Tanya Ganjar: Kok Diskotek di Jakarta Buka tapi Mudik Dilarang?

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 18 Apr 2021 09:22 WIB
Jakarta -

Seorang warga bernama Tika bertanya kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengenai larangan mudik Lebaran 2021. Tika membandingkannya dengan diskotek di Jakarta yang masih buka.

"Saya Tika, Pak Ganjar, dari Semarang tapi sempet kerja di Jakarta kemaren. Terus kenapa nih Pak Ganjar tidak boleh mudik tapi ke diskotek dan tempat wisata masih tetap dibuka, sedangkan kalau diskotek itu kan pada suka-suka mabuk nih, itu kan udah nggak sehat, dia nggak akan tuh sadar untuk...," kata Tika dalam IG Live Stafsus Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman, bersama Ganjar Pranowo seperti dilihat tayangannya di YouTube, Minggu (18/4/2021).

Ganjar kemudian menanyakan tempat tinggal Tika saat ini. Selain itu, dia menanyakan diskotek mana yang disebut Tika sebelumnya.

"Oh iya, diskotek mana? Kok tahu kalau ada diskotek buka? Kamu sering ke diskotek ya?" kata Ganjar.

Tika kemudian menyebut tempat live music di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Tika mengaku sempat bekerja di Jakarta.

Fadjroel Rachman ikut membalas pertanyaan Tika. Fadjroel mengatakan urusan di Jakarta bukan wilayah kewenangan Ganjar.

"Itu nanti ada yang ngurus, Pak Ganjar ya," ujar Fadjroel.

"Ini Gubernur Jawa Tengah, bukan Gubernur Jakarta ini," kata Fadjroel.

"Nanti teman saya, namanya Pak Anies, nanti tak suruh biar beresin," balas Ganjar.

Tika rupanya tak puas dengan jawaban tersebut. Tika lalu membeberkan daerah lain yang masih membuka tempat karaoke.

"Itu terus yang di Hasanuddin masih ada tempat karaoke, tempat karaoke itu masih full, tapi kenapa masih diperbolehkan... eh kenapa kalau mudik tidak diperbolehkan, giliran karaoke aja masih banyak," ujar Tika.

Ganjar kemudian membalasnya lagi. Dia mencontohkan sejumlah tempat wisata yang masih buka dan dibatasi.

"Ya tak suruh nutup, kamu jangan ngegas, ngegas gitu jadi kan saya takut sama kamu," ujar Ganjar sembari bercanda.

"Mbak Tika gini, tapi Ganjar tempat wisata dibuka? Memang kita buka. Kalau nggak, kamu makan apa, teman-teman bagaimana? Ini jujur juga kita, maka kita atur, dibukanya itu jangan salah loh ya, umpamanya kamu sebut Mbak Tika mana kamu sebut Kota Lama, kamu sebut Sam Poo Kong, kamu sebut Borobudur, contoh itu dibatasi. Kalau dia ngeyel saya tak tutup lagi dan sudah banyak yang saya tutupin lagi," lanjut Ganjar.

Ganjar juga mencontohkan tempat diskotek yang melanggar aturan dan ditutup. Di akhir jawabannya, Ganjar bercanda mengenai apakah perlu mengirim tim dari Jawa Tengah ke Jakarta untuk menutup tempat usaha yang masih bandel.

"Jadi yang seperti itu gini dilaporin aja, ini kejadian, contoh Mbak sudah di Semarang kan sekarang. Diskotek joget-joget itu yang di dalam tahu lo ngerekam, ngerekam terus kemudian nggak pakai masker, jingkrak-jingkrak gitu. Langsung dikirim ke saya ada di DM, ke IG saya, ke Facebook saya. Langsung saya bilang, Satpol PP datengin hari ini, tutup besok pagi. Langsung saya tutup, nggak ada peduli. Jadi gitu kasih aja ke saya atau gini saya kirim tim dari Jawa Tengah untuk tutup yang di Jakarta, eh nggak boleh ya," ujar Ganjar seraya tertawa.

Penjelasan Pemprov DKI

Pemprov DKI memberikan penjelasan terkait pertanyaan Tika. Pemprov DKI menegaskan hiburan malam termasuk diskotek di Ibu Kota masih ditutup selama pandemi.

"Diskotek masih tutup," kata Kepala Seksi Pengawasan Disprekraf DKI Jakarta, Iffan saat dihubungi, Minggu (18/4/2021).

Iffan juga meluruskan soal tempat usaha yang disebut Tika sebagai diskotek. Dia menegaskan tempat usaha tersebut mengantongi izin buka restoran, bar dan pub.

"Pub artinya memiliki Izin Live Musik. Sekarang kan (Pub) dilarang," ujar Iffan.

"Mungkin penanya tersebut membandingkan ketika live musik boleh dibuka," sambungnya.

(knv/maa)