Round-Up

Gempar Jalan di Pekanbaru Ditutup Tembok Akhirnya Dibongkar

Tim deti - detikNews
Jumat, 16 Apr 2021 22:02 WIB
Pekanbaru -

Tembok menutupi jalan di Pekanbaru sempat bikin gempar warga. Tembok setinggi 2 meter itu akhirnya dibongkar.

Jalan yang ditutup tembok itu berada di Kelurahan Perhentian Marpoyan Damai, Pekanbaru. Tembok itu membuat pengendara yang hendak melintas dari Jl Kartama menuju simpang Marpoyan-Pasir Putih harus berputar balik.

Tembok dibuat oleh pemilik lahan, Sayuti, setelah dirinya terlibat cekcok dengan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) dan pengguna jalan. Cekcok itu disebut berawal saat Sayuti mempertanyakan pembangunan lampu lalu lintas di sekitar lokasi.

Ketua RW setempat, Rahmat, mengatakan sebagian lahan milik Sayuti itu sudah 12 tahun dipakai sebagai jalan umum. Dia mengatakan tak pernah ada masalah selama ini.

"Sempat diminta surat tanah, warga mau lihat batas-batasnya di mana. Kan untuk jalan ini sudah 12 tahun, 12 tahun dipakai dan memang ada gang kecil dahulunya di situ," kata Rahmat, Jumat (16/4/2021).

Pagar setinggi 2 meter yang menutupi jalan di Pekanbaru, Riau, akhirnya dibongkar. Pagar dibongkar setelah pemilik lahan menggelar pertemuan dengan pihak pemerintah.Pagar setinggi 2 meter yang menutupi jalan di Pekanbaru, Riau, akhirnya dibongkar. Pagar dibongkar setelah pemilik lahan menggelar pertemuan dengan pihak pemerintah. (Raja Adil Siregar/detikcom)

Rahmat menyebut jalan itu awalnya hanya berupa gang kecil. Gang tersebut kemudian diperlebar pemerintah setempat agar warga lebih mudah melintas. Sayuti, selaku pemilik lahan, disebut tak pernah memprotes selama ini

Rahmat mengatakan Sayuti baru sering datang ke daerah itu setelah pensiun. Rahmat mengatakan lahan warga lainnya juga berkurang karena perlebaran jalan.

"Kami ini semua punya tanah dikurangi, disumbangkan untuk jalan. Ada yang kurang 2 meter dan 1 meter, nah untuk dia (Sayuti) dulu waktu pengerjaan tidak ada protes, tidak ada komplain," katanya.

Sayuti Bersikeras Ogah Robohkan Tembok

Camat dan polisi turun tangan meminta Sayuti membongkar tembok itu. Namun, Sayuti sempat bersikeras menentang permintaan tersebut.

Hal itu disampaikan Sayuti saat hadir di kantor Lurah Perhentian Marpoyan. Sayuti memaparkan alasan pemasangan pagar di jalan tersebut yang diklaim masuk di dalam tanahnya. Dia mengatakan hal itu dilakukan sesuai dokumen yang dimilikinya.

"Itu masuk lahan saya, sesuai surat tanah," ujar Sayuti dalam pertemuan terbuka yang dipimpin Camat Marpoyan Damai Junaedi, Jumat (16/4/2021).

Selanjutnya
Halaman
1 2