Pemilik Lahan Bersikeras Tolak Bongkar Tembok Tutup Jalan di Pekanbaru

Raja Adil Siregar - detikNews
Jumat, 16 Apr 2021 14:22 WIB
Pertemuan pemilik lahan dengan polisi hingga pihak kecamatan di Pekanbaru (Raja-detikcom)
Pertemuan pemilik lahan dengan polisi hingga pihak kecamatan di Pekanbaru (Raja/detikcom)
Pekanbaru -

Seorang warga bernama Sayuti membangun tembok setinggi 2 meter di tengah jalan yang diklaimnya masih bagian dari lahannya. Dia bersikeras tak mau membongkar tembok itu meski diminta berbagai pihak.

Hal itu disampaikan Sayuti saat hadir di kantor Lurah Perhentian Marpoyan. Selain Sayuti, terlihat ada camat, polisi, anggota Babinsa, Lurah, dan perwakilan tokoh masyarakat.

Sayuti memaparkan alasan pemasangan pagar di jalan tersebut yang diklaim masuk di dalam tanahnya. Dia mengatakan hal itu dilakukan sesuai dokumen yang dimilikinya.

"Itu masuk lahan saya, sesuai surat tanah," ujar Sayuti dalam pertemuan terbuka yang dipimpin Camat Marpoyan Damai Junaedi, Jumat (16/4/2021).

Camat, polisi dan tokoh masyarakat meminta tembok itu dibongkar karena mengganggu akses warga. Sayuti langsung menolak permintaan itu.

"Mari kita hitung sama-sama," kata Sayuti.

Kapolsek Bukit Raya AKP Arry memotong ucapan Sayuti. Dia menyebut pihak yang berwewenang mengukur lahan Sayuti tak hadir.

"Pak, Bapak, yang memberikan batas tanah itu dari BPN. Ya kami nanti surati agar ukur ulang. Sekarang, bagaimana caranya untuk tembok China ini, tembok Berlin ini dibuka dulu," kata Arry.

"Maka kami cari solusi bersama, pagar ini akses masyarakat, wajib dibuka hari ini," sambungnya.

Sayuti masih bersikeras tak mau membongkar tembok itu. Dia juga sempat menolak diskusi tersebut dilakukan terbuka.

Sebelumnya, Sayuti membangun tembok 2 meter di tengah jalan. Tembok dibangun karena jalan itu diklaim masuk sebagai tanahnya.

Tembok itu disebut sudah berdiri sepekan terakhir. Tembok itu dibuat setelah Sayuti terlibat cekcok dengan petugas Dishub dan pengendara terkait pemasangan lampu lalu lintas di dekat lahannya.

Simak Video: 'Perselisihan' di Balik Jalan Pekanbaru yang Ditutup Tembok

[Gambas:Video 20detik]



(ras/haf)