Kejari Tangsel Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Tahun 2019

Farih Maulana Sidik - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 13:55 WIB
Suasana Penggeledahan Kantor KONI Tangsel
Foto: Suasana Penggeledahan Kantor KONI Tangsel (Dok Kejari Tangsel)
Jakarta -

Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang Selatan (Tangsel) tengah mengusut dugaan korupsi di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tangsel terkait penyalahgunaan dana hibah KONI Tangsel tahun 2019. Kejari Tangsel juga telah melakukan penggeledahan di Kantor Sekretariat KONI Tangsel.

Penggeledahan dilakukan pada Kamis (8/4) lalu di kantor Sekretariat KONI Kota Tangerang Selatan. Penggeledahan ini untuk mengumpulkan bukti dugaan penyalahgunaan dana hibah KONI.

"Kegiatan penggeledahan kantor Sekretariat KONI Kota Tangerang Selatan sehubungan dengan penyidikan dugaan penyalahgunaan dana hibah KONI Kota Tangsel 2019," kata Kepala Kejaksaan Negeri Tangsel, Aliansyah, dalam keterangan tertulis, Kamis (15/4/2021).

Suasana Penggeledahan Kantor KONI TangselKejari Tangsel Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Tahun 2019 Foto: Suasana Penggeledahan Kantor KONI Tangsel (Dok Kejari Tangsel)

Aliansyah menyebut dari penggeledahan itu penyidik menyita dokumen. Hingga saat ini penyidik masih terus mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan itu.

"Bahwa dari kegiatan penggeledahan tim penyidik didapatkan bukti-bukti dokumen sebanyak kurang lebih 130 eksemplar dokumen mulai dari SPJ, kwitansi, bukti bayar, dan 1 unit komputer," ucapnya.

Penghitungan kerugian negara juga masih berlangsung. Selain itu, Aliansyah menduga kerugian sementara dalam dugaan penyalahgunaan dana hibah ini mencapai Rp 1 miliar.

"Sambil kita nunggu penghitungan kerugian negara dari inspektorat, mudah-mudahan ini dalam waktu dekat kita terima hasil penghitungan itu. (Dugaan kerugian negara) Rp 1 miliar lebih, nanti mudah-mudahan apa hasilnya yang terakhir kita nunggu dari Inspektorat," katanya.

Pihaknya pun telah mengantongi nama-nama yang diduga menjadi tersangka kasus tersebut. Namun dia masih enggan menyebut beberapa nama itu.

"Secepatnya (akan diumumkan), kalau memang sudah kita temukan alat bukti yang cukup, ada perhitungan kerugian negara yang pas kita segera kita umumkan," jelasnya.

(fas/zap)