Sidang Dakwaan Edhy Prabowo

Edhy Prabowo Didakwa Terima Suap Rp 25,7 M Terkait Ekspor Benur

Zunita Putri, Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 11:16 WIB
Eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo kembali diperiksa KPK. Ia diperiksa terkait kasus korupsi eskpor benih lobster yang menjerat dirinya.
Edhy Prabowo (Ari Saputra/detikcom)

Penerimaan Rp 24 miliar

Lebih lanjut, jaksa juga mengungkapkan soal strategi Edhy Prabowo mendapat uang dari perusahaan kargo dengan cara meminjam bendera PT ACK agar bisa digunakannya untuk menjadi perusahaan kargo pengirim benur yang diekspor dari KKP. Jaksa mengatakan Edhy memasukkan beberapa nama di struktur PT ACK dimana nama-nama ini adalah representasinya.

Mereka yang dimasukkan ke struktur PT ACK adalah teman dekat Edhy bernama Nursan Amri. Nursan di PT ACK ditempatkan di posisi komisaris dengan saham 41,65 presen dan Amri selaku Dirut dengan saham 40,65 persen.

"Padahal senyatanya Nursan dan Amri hanya dipinjam namanya sebagai pengurus perusahaan (nominee) serta tidak memiliki saham di PT ACK," ungkap jaksa.

Tapi Nursan tidak berlangsung lama karena meninggal. Nama Nursan kemudian digantikan Achmad Bahtiar.

Setelah dua orang representasi Edhy ini masuk di struktur PT ACK, kemudian ditentukan biaya ekspor BBL senilai Rp 1.800 per ekor dengan pembagian PT PLI mendapat Rp 350 dan PT ACK Rp 1.450 per ekor.

"Yang mana biaya yang telah ditetapkan dan diterima PT ACK tersebut dibagi seolah-olah dalam bentuk dividen kepada para pemegang saham sesuai dengan persentase kepemilikan sahamnya yang merupakan representasi dari terdakwa dan Siswhadi," sebut jaksa.

Jaksa mengungkapkan sejak PT ACK beroperasi pada Juni 2020 sampai November 2020, PT ACK mendapat untung bersih Rp 38.518.300.187 (miliar). Uang diterima dari Suharjito dan perusahaan-perusahaan ekspor BBL lainnya.

Adapun keuntungan yang didapat Edhy dari 3 nama yang dimasukkan sebagai pemegang saham di PT ACK itu sebagai berikut:

- Amri total Rp 12.312.793.625
- Achmad Bahtiar Rp 12.312.793.625
- Yudi Surya Atmaja Rp 5.047.074.000 (representasi PT PLI)

"Bahwa uang yang menjadi bagian dari Amri dan Achmad Bahtiar selaku representasi dari terdakwa yang berasal dari PT ACK dengan total sebesar Rp 24.625.587.250 dikelola oleh Amiril yang memegang buku tabungan dan kartu ATM milik Achmad Bahtiar dan Amri atas sepengetahuan terdakwa," ucap jaksa.

Atas dasar itu, Edhy Prabowo didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Tak Ajukan Eksepsi

Setelah mendengarkan dakwaan jaksa KPK, Edhy tidak mengajukan eksepsi. Edhy siap melanjutkan sidang ini ke tahap pemeriksaan saksi.

"Setelah kami berdiskusi dengan terdakwa lewat media zooming, kami berkesimpulan bahwa baik terdakwa dan penasihat hukum tidak mengajukan keberatan," kata pengacara Edhy, Seosilo Aribowo, di sidang.

Halaman

(zap/fjp)