Penyuap Edhy Prabowo Cerita Mulusnya Urus Izin Ekspor Usai Beri USD 77 Ribu

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 31 Mar 2021 22:38 WIB
Tersangka korupsi kasus ekspor benih lobster, Suharjito tiba Gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/2/2021).
Suharjito saat berada di gedung KPK (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (PT DPPP), Suharjito, bercerita soal awal mula dirinya dimintai fee untuk mengurus izin ekspor benih lobster (benur) di Kementerian Kelautan Perikanan (KKP). Suharjito mengaku proses pengurusan izin berjalan mulus setelah memberi fee USD 77 ribu.

Awalnya, Suharjito mengaku kesulitan mendapatkan izin terbit ekspor benur. Kemudian, dia memerintahkan anak buahnya untuk menemui stafsus Edhy Prabowo yang saat itu menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan. Dia menyebut ada permintaan commitment fee Rp 5 miliar.

"Ada komitmen uang Rp 5 miliar, 'yang lainnya juga begitu pak' lah aku pikir mosok (masa) dikenal menteri kok aku ada komitmen gitu ya. Yo wis, ada yang lainnya saya bilang begitu. Pada dasarnya saya juga malas, sebagai pengusaha malas begitu Pak," ujar Suharjito saat pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (31/3/2021).

Suharjito mengaku saat itu ragu. Namun, demi izinnya terbit dia menyanggupi permintaan Stafsus Edhy Prabowo, Safri.

"Tadi kan Pak Safri bilang bahwa yang lainnya juga begitu kepada Agus. Agus meneruskan ke saya, makanya saya mikir-mikir ya sudahlah yang lainnya begitu," katanya.

Sekitar Juni 2020, Suharjito menyerahkan cek Rp 1 miliar yang ditukar ke USD. Uang itu diserahkan Suharjito ke Safri.

"USD 77 ribu, saya serahkan sendiri, sama Pak Agus menemani ku. Terus aku ke kantor KKP lantai 16 untuk ketemu Safri dan di situ saya nggak lama. Karena saya memang bawa duit, saya pikir cepat-cepat, 'Pak, ini sesuai dengan apa yang disampaikan Agus' saya kasih Rp 1 miliar dulu, habis itu balik," ujarnya.

Suharjito mengaku tidak tahu uang itu ditujukan untuk siapa. Namun dia menduga uang itu untuk Edhy Prabowo karena Safri adalah staf Edhy.

"Secara pikiran saya, itu untuk Pak Menteri (Edhy Prabowo)," katanya.

Tonton juga Video: KPK Dalami Peran Edhy Prabowo Terkait Rp 52 M yang Disita

[Gambas:Video 20detik]