detikcom Do Your Magic

DKI Tunggu Barier untuk Atasi Macet Jl Moh Kahfi I, Berapa Sih Harganya?

Afzal Nur Iman - detikNews
Rabu, 14 Apr 2021 14:24 WIB
Jl Moh Kahfi I dekat persimpangan Jl Brigif dan Jl Warung Silah, menanti tambahan barier, 7 April 2021. (Rahmat Fathan/detikcom)
Jl Moh Kahfi I dekat persimpangan Jl Brigif dan Jl Warung Silah, menanti tambahan barier, 7 April 2021. (Rahmat Fathan/detikcom)

detikcom juga mencoba mencari tahu di toko daring. Di Bukalapak, barier bermerek Shark sebagaimana yang sudah terpasang 15 buah di Jl Moh Kahfi I berharga paling murah Rp 760 ribu oleh salah satu penjual. Di Shopee, barier bermerek Shark dihargai paling murah Rp 875 ribu oleh salah satu penjual. Di Tokopedia, ada yang menjual road barier bermerek Shark paling murah dijual seharga Rp 750 ribu.

Rencananya, pembatas jalan (barier) di bagian selatan Jl Moh Kahfi I (arah Depok) akan diperpanjang. Saat ini, lokasi putar balik di Jl Moh Kahfi I tidak jauh dari lokasi simpang Jl Brigif. Rencana tersebut merupakan upaya rekayasa lalu lintas untuk mengurangi macet yang kerap terjadi.

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan mengaku terkendala anggaran untuk menyediakan barier. Sehingga, sampai saat ini, barier yang terpasang di lokasi baru 15 barier atau baru 150 meter.

"Nanti itu akan nambah lagi, pelan-pelan. Anggaran belum turun semua," ucap Asisten Ekonomi dan Pembangunan Jakarta Selatan Mukhlisin, saat dihubungi, Jumat (9/4).

Barier atau pembatas jalan di Jl Moh Kahfi I, Jagakarsa, Jakarta Selatan, 1 April 2021. (Afzal NI/deticom)Barier atau pembatas jalan di Jl Moh Kahfi I, Jagakarsa, Jakarta Selatan, 1 April 2021. (Afzal NI/deticom)

Menurut Mukhlisin, penyediaan barier di Jl Moh Kahfi I tidak dianggarkan dalam APBD 2021 sehingga penambahan pembatasan jalan dari simpang Jl Warung Silah ke SPBU Pasar Timbul tak bisa dipastikan waktu selesainya.

"Iya (tidak tahu target selesai) karena maklum, kita minta terus ke (Dinas) Perhubungan juga, mereka nggak urusin itu aja. Ditambah tahun lalu kan nggak ada kegiatan itu (di anggarkan), jadi sisa-sisa gudang (dipakai), tapi kita upayakan terus," katanya.


(dnu/dnu)