6 Fakta Terbaru dari Sidang Habib Rizieq

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 13 Apr 2021 11:11 WIB
Sidang Kasus Kerumunan Habib Rizieq
Foto Suasana Sidang HRS (12/4) (Dwi Andayani/detikcom)

4. 36 Orang Ditindak di Petamburan

Mantan Wali Kota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara dalam kesaksiannya menyebut terdapat 36 orang yang ditindak dalam kerumunan Petamburan. Penindakan dilakukan oleh petugas Satpol PP yang bertugas di lapangan.

"(Ada) 36 orang peserta yang tidak melaksanakan prokes (protokol kesehatan) ditindak oleh petugas," ujar Bayu dalam persidangan.

Bayu mengatakan, salah satu pelanggaran yang dilakukan yaitu tidak menggunakan masker. Namun Bayu mengaku tidak menanyakan jenis pelanggaran secara rinci, dia juga mengaku tidak melihat langsung karena tidak hadir pada saat acara berlangsung.

Selain itu, Bayu juga mengaku sudah menemui Haris Ubaidillah selaku panitia acara untuk memperingatkan penerapan protokol kesehatan. Dia juga memberikan surat imbauan tentang protokol kesehatan.

5. Kasudinhub Jakpus Beri Izin Tutup Jalan

Hal ini diungkapkan oleh Kadishub DKI, Syafrin Liputo. Syafrin mengungkapkan pelanggaran yang diungkapkan anak buahnya.

"Dari hasil pemeriksaan memang terjadi pelanggaran disiplin oleh saudara Muhammad Sholeh," ujar Syafrin dalam persidangan.

Syafrin menjelaskan Soleh menerbitkan izin penutupan jalan. Menurutnya, kewenangan penutupan jalan berada di tangan pihak kepolisian.

Lebih lanjut, Syafrin menuturkan penerbitan izin penutupan jalan dilakukan tanpa adanya laporan kepada pimpinan. Sholeh pun telah diberi sanksi.

"Sesuai dengan Peraturan Pemerintah 53 tahun 2010 tentang Pelanggaran Disiplin PNS, terkait penerbitan surat yang tidak dilakukan laporan kepada pimpinan sehingga dikenakan teguran," ungkap Syafrin.

Adapun sanksi yang diberikan kepada Soleh, yakni pemberhentian sementara dari jabatannya. Saleh diberhentikan selaku kasudin selama dua bulan.

6. Aksi HRS Cecar Saksi

Duduk di kursi terdakwa, Habib Rizieq Shihab (HRS) tidak tinggal diam. Dia mencecar para saksi yang hadir satu per satu.

Pertama, Habib Rizieq Shihab (HRS) mencecar Kasatpol Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Dahmirul tentang izin penjemputannya yang diberikan Menko Polhukam Mahfud Md. Sempat terjadi debat sengit antara HRS dengan Dahmirul namun ditengahi oleh majelis hakim.

"Anda tidak tahu sama sekali Menko Polhukam. Menko Polhukam, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, memberikan siaran pers, seorang kepala kepolisian bandara tidak tahu?" cecar Rizieq.

"Sepengetahuan saya tidak tahu," kata Dahmirul.

"Anda tidak tahu ada dari Menko Polhukam, yang lain saya kira mungkin nggak tahu tapi Anda nggak tahu?," kata Rizieq.

"Tolong jangan dipaksa dia tidak tahu. Ganti pertanyaannya," ujar Hakim.

Selain Dahmirul, HRS juga mencecar Kombes Heru Novanto. Dia mempertanyakan alasan Heru tidak melarang acara di Petamburan.

"Pertanyaan saya kenapa Anda tidak gunakan itu wewenang, karena kalau anda gunakan itu kan preventif, mencegah, kenapa Anda tidak pergunakan apa pertimbangan anda tidak gunakan itu. Anda ke sana-kemari ketemu Wali Kota. Kenapa Anda tidak larang saja?" kata Habib Rizieq.

"Dari informasi Pak Wali (Walkot Jakpus) menyampaikan bahwa acara itu terselenggara dengan menggunakan prokes. Patokan itulah kami memberikan toleransi dan ternyata begitu malam ada kerumunan," jawab Heru.

HRS juga sempat debat sebentar dengan jaksa karena jaksa memotong pertanyaannya. Saat itu, HRS sedang bertanya ke Bayu Meghantara terkait denda yang sudah dibayar pihaknya ke Pemprov DKI, ketika itu jaksa lalu memotong.

"Tidak ada pidana tapi faktanya saat ini kita ada di pidana, terima kasih Pak Wali Kota, saat itu Anda wali kota. Selama ini ada pelanggaran prokes selain kasus saya mereka di kasih denda...," kata Rizieq.

"Izin yang mulia keberatan, majelis yang mulia mohon pertanyaanya jangan diulangi," kata Jaksa memotong.

Rizieq pun tidak terima keberatan yang diajukan jaksa. Dia menyebut persidangan ini menyangkut nasibnya, karena dirinya yang menjalani masa tahanan.

"Saya minta jangan dipotong, saya sedang menegaskan jangan dipotong saya keberatan. Anda menyeret persoalan prokes ke pidana, kalau anda tidak tersinggung anda jangan mengganggu saya bertanya, ini menyangkut nasib saya bukan anda, saya yang dipenjara saya sudah 4 bulan dipenjara hargai saya bertanya," kata Rizieq.

Halaman

(zap/fjp)