Sidang Kasus Kerumunan HRS

HRS Cecar Eks Walkot Jakpus, Pertanyakan Sanksi Pidana soal Pelanggaran Prokes

Dwi Andayani - detikNews
Selasa, 13 Apr 2021 00:23 WIB
Sidang lanjutan Habib Rizieq dalam kasus kerumunan di Petamburan dan Megamendung yang digelar di PN Jaktim (Dwi Andayani/detikcom)
Foto: Sidang lanjutan Habib Rizieq dalam kasus kerumunan di Petamburan dan Megamendung yang digelar di PN Jaktim (Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta -

Habib Rizieq Shihab (HRS) tidak terima jaksa memotong pertanyaannya dalam persidangan kasus kerumunan Petamburan, Jakarta Pusat dan Megamendung, Bogor. Hal ini terjadi saat Rizieq memberikan pertanyaan kepada Mantan Wali Kota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara.

Awalnya, Habib Rizieq mencecar Bayu terkait pelanggaran protokol kesehatan (prokes) yang menjeratnya. Rizieq menanyakan denda yang diberikan terhadapnya karena melakukan pelanggaran protokol kesehatan.

"Anda sekaligus satgas kan, maksud saya gini, tadi semua prokes saya benarkan tapi giliran saya tanya menurut pergub apakah saya juga sesuai di denda, anda tidak bisa jawab itu?" kata Rizieq dalam persidangan, di PN Jaktim, Senin (12/4/2021).

Menanggapi Rizeq, Bayu mengatakan terdapat beberapa bentuk sanksi yang dapat diberikan. Diantaranya sanksi sosial hingga denda.

"Betul, di pergub selain sanksi sosial, denda penutupan juga ada. Jadi tergantung tingkat kesalahannya," kata Bayu.

Rizieq lantas menanyakan pelanggaran protokol kesehatan yang dijadikan kasus pidana. Bayu mengatakan tidak ada kasus serupa.

"Tapi selama ini anda tangani tidak ada pidananya kan?" kata Rizieq.

"Di aturan pergub memang tidak pernah, disampaikan saya bukan kapasitas menilai itu," kata Bayu.

Dia lantas kembali menyinggung kasus pelanggaran protokolnya yang dibawa ke pidana. Menanggapi hal tersebut jaksa lantas memotong pembicaraan Rizieq untuk mengajukan keberatan.

"Tidak ada pidana tapi faktanya saat ini kita ada di pidana, terima kasih Pak Wali Kota, saat itu Anda wali kota. Selama ini ada pelanggaran prokes selain kasus saya mereka di kasih denda..," kata Rizieq.

"Izin yang mulia keberatan, majelis yang mulia mohon pertanyanya jangan diulangi," kata Jaksa.

Rizieq tak terima keberatan yang diajukan jaksa. Dia menyebut persidangan ini menyangkut nasibnya, karena dirinya yang menjalani masa tahanan.

"Saya minta jangan dipotong, saya sedang menegaskan jangan dipotong saya keberatan. Anda menyeret persoalan prokes ke pidana, kalau anda tidak tersinggung anda jangan mengganggu saya bertanya, ini menyangkut nasib saya bukan anda, saya yang dipenjara saya sudah 4 bulan dipenjara hargai saya bertanya," kata Rizieq.

(dwia/man)