detik's Advocate

Sertifikat Dipecah Developer tapi Jadwal AJB Tak Jelas, Saya Harus Gimana?

Andi Saputra - detikNews
Sabtu, 10 Apr 2021 09:12 WIB
KPR
Ilustrasi (Luthfy Syahban/detikcom)

Jika Anda berhasil mendapatkan pemenuhan konsekuensi itu semua dari developer secara sukarela maka hal tersebut merupakan hal yang baik, akan tetapi jika developer tidak mengindahkan permintaan Anda, Anda dapat menempuh jalur hukum melalui pengajuan gugatan perdata atas wanprestasinya developer disertai tuntutan ganti rugi, namun tentu upaya ini membutuhkan waktu, tenaga dan biaya yang tidak sedikit.

Lebih lanjut, jika Anda menemukan indikasi dugaan tindak pidana misalnya penggelapan atas sertifikat pecahan per kaveling, maka Anda tentu dapat membuat laporan kepada pihak kepolisian dengan terlebih dahulu Anda menghitung kerugian yang Anda derita akibat dugaan tindak pidana tersebut serta menunjukkan alat-alat bukti awal yang Anda miliki untuk menunjukkan dugaan tindak pidana tersebut.

Untuk menempuh jalur hukum, kami sarankan Anda untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan advokat atau pengacara litigasi untuk mengatur strategi serta kalkulasi plus dan minus jika upaya hukum dilakukan, agar tidak makin merugikan Anda.

2. Berkaitan dengan pinjaman kami di bank, apakah bisa kami menuntut pihak bank untuk menonaktifkan autodebit kami selama belum dilakukan AJB karena angsuran kami ditanggung oleh developer. Apa yang harus kami lakukan?

Terkait keinginan Anda untuk menonaktifkan autodebit atau dengan kata lain menghentikan pembayaran dari uang Anda, kami sarankan untuk dilakukan dengan hati-hati. Anda boleh meminta hal ini kepada bank jika Anda benar-benar yakin bahwa developer telah membayarkan angsuran Anda dan akan terus membayarkannya sesuai kesepakatan. Jika Anda tidak yakin atas hal tersebut, kami tidak sarankan untuk dilakukan penghentian autodebit dari uang Anda sendiri, karena apa yang telah Anda lakukan adalah sudah benar, di mana Anda sebagai pembeli yang beritikad baik Anda terus melakukan pembayaran yang menjadi kewajiban Anda.

Di sini Anda telah menunjukkan prestasi Anda yang terus Anda penuhi sehingga membuat legal standing Anda makin kuat ketika Anda menuntut tanggung-jawab developer untuk segera menjadwalkan penandatanganan AJB.

Selain itu, autodebit pemotongan gaji Anda itu dari sisi hubungan hukum antara Anda dan bank adalah sebagai bentuk kewajiban Anda membayar pinjaman KPR yang Anda dapat dari bank sehingga, jika Anda hentikan, akan merugikan status kolektibilitas atau kemampuan bayar Anda kepada bank, dari yang semula berstatus Lancar menjadi Dalam Perhatian Khusus, bahkan jika Anda terus tidak bayar melewati 90 hari status kredit Anda dapat ditetapkan menjadi Kurang Lancar, Diragukan atau bahkan Macet. Tentu hal tersebut akan memperburuk keadaan dan membuat Anda menjadi rugi karena reputasi menjadi buruk di mata perbankan.

3. Apakah dalam hal ini bank juga bersalah dan apa yang dilanggar oleh pihak bank? Kami harus melaporkan kemana terkait dengan pihak bank ini?

Berdasarkan informasi dari Anda, kami tidak melihat adanya unsur kesalahan bank dalam kasus ini. Sebagaimana gambaran yang kami uraikan di awal, bank justru berkepentingan dengan dilaksanakannya penandatanganan AJB dengan segera karena bank ingin segera Anda menandatangani APHT dengan bank, agar sertifikat hak atas tanah Anda dapat dibebankan hak tanggungan sebagai agunan fasilitas KPR Anda kepada bank.

Oleh karena itu, saran kami, justru sebaiknya Anda terus menjalin komunikasi dengan bank untuk bersama-sama dengan bank mendesak developer untuk segera menjadwalkan penandatanganan AJB karena baik Anda maupun bank mempunyai kepentingan atas dilaksanakannya AJB tersebut.

Demikian jawaban kami atas pertanyaan Anda, dan perlu kami sampaikan juga bahwa untuk melindungi hak Anda sebagai konsumen, Anda dapat juga memanfaatkan komunitas perlindungan konsumen yang ada di masyarakat guna mendapatkan advice lebih detil terkait perlindungan hak-hak konsumen Anda, dalam menuntut sikap tanggung-jawab dan respons dari pihak developer.

Semoga bermanfaat dan semoga permasalahan Anda segera terselesaikan secara win-win solution. Salam sehat dan sukses selalu.

Bambang Wijayanto SH MH
Managing Partner BWP Banking Legal Consultant (www.bwplegalconsultant.com)

Tentang detik's Advocate

detik's Advocate adalah rubrik di detikcom berupa tanya-jawab dan konsultasi hukum dari pembaca detikcom. Semua pertanyaan akan dijawab dan dikupas tuntas oleh para pakar di bidangnya dan akan ditayangkan di detikcom.

Pembaca boleh bertanya semua hal tentang hukum, baik masalah pidana, perdata, keluarga, hubungan dengan kekasih, UU Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE), hukum merekam hubungan badan (UU Pornografi), kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hukum waris, perlindungan konsumen dan lain-lain.

Identitas penanya bisa ditulis terang atau disamarkan, disesuaikan dengan keinginan pembaca. Seluruh identitas penanya kami jamin akan dirahasiakan.

Pertanyaan dan masalah hukum/pertanyaan seputar hukum di atas, bisa dikirim ke kami ya di email:
redaksi@detik.com dan di-cc ke-email: andi.saputra@detik.com

Berhubung antusias pembaca untuk konsultasi hukum sangat beragam dan jumlahnya cukup banyak, kami mohon kesabarannya untuk mendapatkan jawaban.

Semua jawaban di rubrik ini bersifat informatif belaka dan bukan bagian dari legal opinion yang bisa dijadikan alat bukti di pengadilan serta tidak bisa digugat.

Salam
Tim Pengasuh detik's Advocate

Halaman

(asp/haf)