Polisi Ungkap Agenda Perkumpulan 'Imam Mahdi' Depok dengan Pengikutnya

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 09 Apr 2021 18:58 WIB
Warga mendatangi rumah Winardi, pria yang mengaku Imam Mahdi di Depok. Foto dkirim Kapolsek Sawangan AKP Rio Tobing
Winardi, pria yang pernah bikin heboh karena mengaku Imam Mahdi, didatangi warga karena akan gelar pertemuan. (Dok. Istimewa)
Depok -

Winardi, pria yang mengaku sebagai Imam Mahdi, merencanakan perkumpulan dengan pengikutnya di daerah Sawangan, Depok, akhir pekan ini. Rencana pertemuan itu langsung ditolak oleh warga sekitar.

Kapolsek Sawangan AKP Rio Mikael Tobing mengungkap isi dari rencana pertemuan Winardi dengan pengikutnya itu untuk membahas mengenai koperasi.

"Kalau Pak Winardi mengatakan pertemuan (membahas) hasil koperasi yang dibuat oleh mereka," kata Rio saat dihubungi detikcom, Jumat (9/4/2021).

Rio mengatakan, meski Winardi mengaku pertemuan tersebut hanya membahas hasil koperasi, warga tetap menolaknya. Warga khawatir Winardi kembali menyebarkan ajarannya kembali dalam pertemuan itu.

"Warga dan para ustaz takut beliau mengajarkan aliran sesat lagi," imbuhnya.

Rio memastikan kegiatan yang rencananya berlangsung pada Sabtu (10/4) besok itu dibatalkan. Winardi juga mengaku sudah bertaubat dan tidak akan melakukan kegiatan lagi.

"Kemarin sudah taubat dan kegiatan sudah tidak ada," ujarnya.

Bukan kali ini saja Winardi membuat ulah di Depok. Pada 2019, dia membuat geger warga karena mengaku sebagai Imam Mahdi. Pria yang bekerja sebagai sekuriti itu juga semakin mengejutkan karena memiliki sebuah musala yang berbentuk seperti Ka'bah.

Gelar Imam Mahdi itu terungkap setelah muncul undangan open house halalbihalal pada 2 Syawal 1440 H/Kamis, 6 Juni 2019, di kediaman Winardi di Jalan H Sulaiman, Kampung Perigi, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok. Undangan tersebut kemudian membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Depok pun turun tangan.

MUI bersama polisi dan aparat dari Kecamatan Sawangan kemudian melakukan pertemuan pada Rabu (29/5/2019) malam di kantor Kecamatan Sawangan. Winardi juga dihadirkan dalam pertemuan itu dan diinterogasi.

Dalam pertemuan tersebut, Winardi juga diminta untuk menghentikan segala aktivitas yang berkaitan dengan perkumpulannya 'Trisula Weda'. Dia juga diminta mengubah warna cat tembok pada musala yang menyerupai Ka'bah.

"Saya mengakui, demi Allah saya bertaubat kepada Allah dengan sungguh-sungguh dan meninggalkan semua ajaran yang telah saya ajarkan kepada murid-murid saya," ucap Winardi, dituntun oleh MUI Depok, seperti dilihat detikcom dalam sebuah video, Kamis (30/5/2019).

(ygs/mei)