Soal Imam Mahdi, Juru Selamat yang Diaku-aku Satpam di Sawangan

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 31 Mei 2019 16:20 WIB
Wardani (Foto: dok. istimewa)
Jakarta - Seorang pria bernama Wardani bikin geger warga Sawangan, Depok, setelah mengaku sebagai Imam Mahdi. Pria yang berprofesi sebagai petugas satpam itu semakin mengejutkan karena memiliki sebuah musala yang mirip Kakbah.

Pengakuan soal Imam Mahdi ini muncul setelah beredar undangan open house halalbilahalal pada 2 Syawal 1440H/Kamis, 6 Juni 2019, di kediaman Wardani di Jalan H Sulaiman, Kampung Perigi, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok. Undangan itu memuat 'deklarasi' bahwa dia adalah Imam Mahdi. Undangan itu pun ramai dibahas dan segera menjadi kontroversi.


Istri Winardi, Triani (44), lalu memberi penjelasan. Triani menuturkan gelar 'Imam Mahdi' pada suaminya itu sebetulnya bukan atas kemauan sang suami. Para pengikut Wardani-lah yang justru menyebutnya sebagai Imam Mahdi.

Triani mengungkap suaminya mendapat julukan 'Imam Mahdi' karena bisa mengobati orang. Sejumlah pasien percaya Wardani bisa mengobati segala penyakit.

"Memang tadinya di sini, mohon maaf, tadinya saya cuma nolongin orang secara gratis. Namanya di situ tuh orang yang batinnya sakit, bukan cuma lahir doang. Ada yang cocok, ada yang nggak. Di sini untungnya yakin gitu, kalau yakin mah sembuh insyaallah, ikhlas, gratis, namanya orang sakit daripada ke dokter mahal," jelas Triani saat ditemui di rumahnya di Jalan H Sulaiman, Perigi, Bedahan, Sawangan, Depok, Kamis (30/5/2019).

Karena dikhawatirkan menimbulkan keresahan, akhirnya Winardi dibawa ke Kecamatan Sawangan dan dilakukan musyawarah dengan pemerintah setempat dan Ketua MUI.

"Iya, tadi malam sudah dimusyawarahkan di Kecamatan Sawangan, dihadiri Koramil, Polsek, dan lain-lain. Intinya, itu salah, keliru, dan diarahkan untuk tobat," kata Ketua MUI Depok KH Dimyati Badruzzaman saat dihubungi detikcom, Kamis (30/5).

Dikabarkan, seusai musyawarah tersebut, Winardi pun bertobat. Winardi pun berjanji meninggalkan ajaran sesatnya itu dan melepaskan gelar Imam Mahdi palsunya.


Lalu, siapakah itu Imam Mahdi dan bagaimana cirinya?

Dalam buku berjudul 'Petunjuk Kemunculan Imam Mahdi' karya Imam Sibaweh, dijelaskan bahwa Imam Mahdi adalah seseorang yang mendapat petunjuk dan menjelaskan kebenaran untuk umat manusia.

Sedangkan dalam buku 'Imam Mahdi: Dari Proses Pergerakan hingga Era Kebangkitan Imam Akhir Zaman' yang ditulis Al Kurani, Imam Mahdi adalah juru selamat yang juga ada di konsep agama lain, seperti di Yahudi ada sosok Messiah. Sedangkan di agama Hindu, Imam Mahdi mirip dengan konsep Kalki, sang juru selamat.

Lantas, menurut Kitab Aun Al-Mabbud Syarha Sunan Abi Daud, berikut ini ciri-ciri Imam Mahdi yang asli:

1. Merupakan ahli bait atau keturunan Nabi Muhammad SAW
2. Kedatangannya akan menguatkan agama Islam
3. Menciptakan keadilan di bumi
4. Diikuti umat Islam
5. Menguasai negeri-negeri Islam
6. Memiliki nama Al-Mahdi
7. Kemunculannya diikuti kemunculan Dajjal (sosok yang menyebarkan fitnah akhir zaman)
8. Setelah Imam Mahdi muncul, Nabi Isa AS turun dari langit
9. Nabi Isa AS menjadi makmum Imam Mahdi saat salat

Kendati demikian, ada pula beberapa ulama yang berpendapat bahwa hadis terkait Imam Mahdi banyak yang lemah alias dhaif. Jadi tidak semua hadis tersebut bisa dijadikan landasan atau dalil yang sahih. Apalagi sekarang marak muncul orang yang mengaku sebagai Imam Mahdi.


Seorang ulama bernama Al-Mubarakfuri dalam kitab 'Tuhfatul Ahwadzi' menjelaskan kebanyakan hadis yang berkisah tentang Imam Mahdi tidak bisa dipertanggungjawabkan kesahihannya. Al-Mubarakfuri melanjutkan hadis-hadis tersebut diriwayatkan oleh beberapa orang yang bermasalah dan tidak memenuhi kriteria-kriteria sebagai perawi hadis.

Adapun hadis terkait ciri Imam Mahdi yang tergolong sahih dan hasan setidaknya hanya ada tiga. Yaitu, Imam Mahdi keturunan Nabi Muhammad, punya ciri-ciri fisik Nabi Muhammad, serta memiliki dahi lebar dan hidung yang mancung. Namun ada pula ulama yang berpendapat bahwa hadis terkait Imam Mahdi hanya kiasan tentang datangnya seorang pemimpin yang adil. Sebab, ada juga ulama yang meragukan konsep tentang Dajjal, yang bukan berbentuk sebagai makhluk, melainkan merupakan perwujudan dari kondisi kerusakan akhir zaman saja. (rdp/tor)