Bebaskan Advokat Lucas, MA Kesampingkan Keterangan Novel Baswedan

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 09 Apr 2021 10:10 WIB
Novel Baswedan hadir dalam sidang lanjutan Lucas. Penyidik KPK tersebut menjadi saksi dalam sidang tersebut.
Novel Baswedan di sidang Lucas (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Mahkamah Agung (MA) membebaskan advokat Lucas karena dinilai tidak terbukti menghalang-halangi penyidikan KPK. MA beralasan kesaksian itu hanya didasarkan pada keterangan penyidik KPK Novel Baswedan.

Advokat Lucas didakwa menghalangi-halangi KPK menangkap Eddy Sindoro dengan menyarankan Eddy agar kabur ke luar negeri. Namun hal itu dinilai MA tidak terbukti.

"Yang memberi kesaksian bahwa Terdakwa-lah yang menyarankan agar Eddy Sindoro tidak pulang dulu ke Indonesia adalah saksi Novel Baswedan," kata juru bicara MA hakim agung Andi Samsan Nganro kepada wartawan, Jumat (9/4/2021).

Andi menyatakan, menurut keterangan Novel Baswedan di persidangan bahwa sekitar Desember 2016, Novel mendapatkan bukti adanya rekaman Eddy Sindoro dengan Lucas. Dalam pembicaraan tersebut terdengar Eddy Sindoro tidak mau pulang karena Lucas memberikan saran dan masukan agar tidak pulang dulu.

"Keterangan Novel Baswedan ini berdiri sendiri dan bertentangan dengan alat bukti lainnya karena keterangan Terdakwa maupun keterangan Saksi Eddy Sindoro (semua disumpah di persidangan) menyatakan bahwa mereka tidak pernah berkomunikasi sejak bulan April 2016," ucap Andi mengutip pertimbangan putusan PK tersebut.

Di persidangan, Novel tidak mendengar langsung pembicaraan antara Lucas dan Eddy Sindoro. Tetapi hanya memperoleh informasi adanya rekaman pembicaraan tersebut dari pihak lain.

"Keterangan saksi seperti ini sangat lemah karena tidak didengar langsung sehingga dapat menimbulkan distorsi dan pemahaman yang keliru dalam mendengar dan menyampaikannya kepada orang lain. Dalam praktik kesaksian testimonium de auditu seperti ini tidak dapat diterima sebagai alat bukti karena tidak sesuai dengan Pasal 1 angka 26 KUHAP di mana keterangan saksi harus dengar sendiri, lihat sendiri, dan alami sendiri," beber Andi.

Novel juga meyakini bahwa percakapan dalam rekaman tersebut adalah benar suara Lucas dengan Eddy Sindoro.

"Keterangan ini sifatnya subjektif dan keliru karena rekaman pembicaraan tersebut diambil pada 2016, sementara saksi Novel Baswedan mengakui bahwa baru mengenal Terdakwa ketika melakukan penangkapan pada 1 Oktober 2018 dan Eddy Sindoro ketika menyerahkan diri pada 12 Oktober 2018," ujar Andi membacakan pertimbangan majelis.

"Jadi bagaimana mungkin Saksi Novel Baswedan bisa menyakini itu ada suara Terdakwa dan Eddy Sindoro di tahun 2016, padahal Saksi Novel Baswedan sendiri baru mengenal Terdakwa dan Eddy Sindoro di tahun 2018?" sambungnya.

Di persidangan juga dimintai keterangan ahli digital forensik. Apa kata MA? Baca di halaman selanjutnya.

Tonton juga Video: KY Gandeng KPK Telusuri Rekam Jejak Calon Hakim Agung

[Gambas:Video 20detik]