Saya Mau Beli Rumah, Lebih Aman Pakai KPR atau Cicilan Bertahap?

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 09 Apr 2021 07:45 WIB
Industri properti diprediksi tumbuh berkisar 20-30% pada 2021. Faktor pendorong pertumbuhan industri properti di antaranya adalah penerapan UU Ciptaker.
Ilustrasi proyek properti (Grandyos Zafna/detikcom)

Jawaban:

Salam Bahagia untuk Ibu Vanya yang sedang berniat untuk membeli rumah impiannya. Ada beberapa hal yang harus Ibu perhatikan dan teliti dalam perjanjian pembelian unit rumah sehingga impian Ibu dapat terwujud dan meminimalkan resiko dalam prosesnya nanti.

a.Pada intinya sebuah perjanjian menurut Pasal 1320 KUHPerdata adalah kesepakatan antara kedua belah pihak dalam perjanjian. Untuk itu Ibu Harus benar-benar jeli apakah antara hak dan kewajiban Ibu sebagai pembeli dan Hak dan kewajiban pengembang sebagai penjual sudah seimbang;

b.Harus diperhatikan dengan teliti mengenai hak dan kewajiban Ibu sebagai pembeli. Apabila Ibu sudah menjalankan kewajiban Ibu, apakah hak-hak ibu sudah terjamin dengan jelas dan tegas dalam perjanjian tersebut;

c.Apabila Ibu mengalami kendala dalam membayarkan cicilan apakah sanksi terhadap hal tersebut masuk akal atau tidak? Atau apakah Ibu sanggup untuk melaksanakan sanksi tersebut;

d.Selanjutnya perhatikan dengan Teliti Hak dan Kewajiban Pengembang sebagai pihak penjual;

e.Apakah terlihat secara jelas dan tegas sanksi bagi pengembang apabila tidak melaksanakan kewajibannya.

Selanjutnya saya akan menjawab terhadap 2 pertanyaan selanjutnya:

1.Sekali lagi dalam hal perjanjian jual beli maka hal utama adalah kesepakatan para pihak. Apabila dalam perjanjian dimungkinkan pengalihan cara pembayaran dengan KPR saat cicilan Ibu terhenti maka hal tersebut dapat dilakukan, sebaliknya apabila tidak maka tergantung dari sisi perjanjian yang Ibu Buat dengan Pengembang. Hal yang harus diperhatikan selanjutnya adalah bahwa disetujuinya KPR merupakan hak mutlak dari Bank. Akan menjadi penilaian tersendiri bagi bank mengenai kemampuan bayar Ibu apabila didahului dengan adanya permasalahan pembayaran cicilan.

Sekali lagi dalam hal perjanjian jual beli maka hal utama adalah kesepakatan para pihak.Ahluddin Saiful Ahmad, dosen

2.Antara cicilan bertahap dan KPR sama-sama mempunyai kekuatan hukum dan menjamin kepastian saat isi dalam perjanjian tidak memberatkan salah satu pihak. Kelebihan pembelian dengan KPR Ibu akan dibantu oleh Pihak Bank dalam menilai legalitas rumah yang akan Ibu beli dari Pengembang. Pihak Bank seharusnya tidak menyetujui KPR apabila objek perjanjian tidak aman legalitasnya karena akan berpengaruh pada kredit yang dikeluarkan nantinya.

Demikian ulasan singkat dari saya, semoga bermanfaat.

Ahluddin Saiful AhmadAhluddin Saiful Ahmad (dok.pri)

Ahluddin Saiful Ahmad, S.H., M.H.
Dosen FH Universitas Esa Unggul, Jakarta
Email: ahluddin.saiful@gmail.com

Nah, Anda punya masalah hukum atau bertanya permasalahan agar terhindar dari hukum? Bagaimana cara bertanya ke detik's Advocate? Baca halaman selanjutnya: