detik's Advocate

Developer Nge-ghosting Usai Pembayaran Kavling Tanah Lunas, Saya Harus Gimana?

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 17 Mar 2021 08:15 WIB
Uang Gaji
Ilustrasi uang (Foto: iStock)
Jakarta -

Konsumen harus lebih hati-hati dalam membeli properti dengan tawaran menggoda. Salah satunya dengan tawaran harga yang sangat miring, seperti kavling tanah Rp 40 juta.

Seperti yang dialami seorang pembaca detik's Advocate. Setelah ia membeli kavling tanah dengan harga murah, belakangan developernya nge-ghosting alias menghilang.

Kisah tersebut diceritakan pembaca detik's Advocate, AK, kepada detikcom. Berikut kisah lengkapnya:

Yth Redaksi detikcom

Perkenalkan saya AK (KTP terlampir), saya ingin bertanya terkait kasus yang sedang saya hadapi sebagai berikut:

Kasus:
Pada awal tahun 2018, tertarik dengan iklan dan iming-iming yang sangat menarik, saya memutuskan untuk membeli kavling tanah, dengan ukuran 8 meter x 10 meter dengan harga Rp 40.000.000. Lokasi di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Rencananya akan difungsikan sebagai rumah kebun.

Dalam surat Perjanjian Pengikat Jual Beli dinyatakan bahwa, surat perjanjian jual beli resmi akan dibuat segera setelah sertifikat tanah kavling tersebut terbit atas nama pihak penjual, dan selesai dipecah serta kewajiban perpajakan dan persyaratan lainnya sudah dapat dipenuhi.

Pada pasal 7 di surat Perjanjian Pengikat Jual Beli tersebut, juga dinyatakan bahwa pihak penjual (pihak pertama) akan mengurus semua hal terkait persuratan kavling yang saya beli tersebut sampai kavling/tanah tersebut bersertifikat hak milik (SHM) atas nama saya sebagai pembeli, dan akan menyerahkannya paling telat tanggal 13 Februari 2020.

Setelah lewat batas waktu yang dijanjikan, surat SHM kavling atas nama saya juga belum diserahkan. Saat ini kalau berkunjung ke lokasi, kita hanya bertemu dengan orang lapangan yang tidak banyak tahu tentang persuratan, sementara pihak manajemen atau pemilik susah ditemui.

Dari selentingan yang belum bisa kami pastikan, bahwa tanah tersebut saat ini masih status HGU atas nama seorang pelaku usaha besar yang sudah lama meninggal dan lahan tidak diurus sudah cukup lama. Sehingga warga sekitar menggarap lahan tersebut.

Konon kabarnya pihak pertama yang menjual kavling kepada kami (korban lebih dari 100 orang), membeli tanah tersebut dari warga penggarap.

Pertanyaan:
Apa langkah terbaik dan tercepat yang dapat saya lakukan untuk menarik kembali uang yang sudah saya bayarkan?

Terima kasih atas jawaban yang disampaikan.

Untuk menjawab pertanyaan di atas, detik's Advocate meminta pendapat hukum dari advokat Khresna Guntarto, SH. Berikut jawabannya:

Simak di halaman berikutnya.

Saksikan juga 'Gandeng BPN, Polda Metro Perkuat Kolaborasi Berantas Mafia Tanah!':

[Gambas:Video 20detik]