Round-Up

5 Fakta Anggota FUI Bubarkan Paksa Kuda Kepang dan Ludahi Wanita

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 09 Apr 2021 07:18 WIB
Pembubaran kuda kepang di Medan Sunggal, Medan, Jumata (2/4/2021).
Foto: Pembubaran kuda kepang di Sumut (Video Amatir)
Jakarta -

Pembubaran atraksi kuda kepang di Medan, Sumatera Utara (Sumut), yang diwarnai keributan berbuntut panjang. Keributan yang melibatkan anggota Forum Umat Islam (FUI) memunculkan sejumlah fakta.

Adu pukul antara anggota FUI dan sejumlah warga itu terjadi pada Jumat (2/4). Keributan yang terekam kamera ini akhirnya berhenti setelah warga lainnya mencoba melerai. Ketua FUI Sumut Indra Suheri membantah pihaknya membubarkan pertunjukan kuda kepang karena alasan syirik.

"Lokasi kejadian itu di jalan ring road. Kebetulan keplingnya (kepala lingkungan) kenal baik dengan orang FUI, jadi datanglah ke situ, karena keplingnya tidak setuju. Karena tidak ada surat-surat yang boleh mempraktikkan jaran kepang di situ. Maka datanglah orang FUI ke situ sama kepling," kata Indra saat dihubungi, Rabu (7/4/2021) lalu.

FUI Sumut mengklaim pihaknya membubarkan pertunjukan jaran kepang itu secara persuasif. FUI Sumut mengatakan warga dan pemain kuda kepang tidak setuju dibubarkan sehingga terjadi keributan. FUI mengklaim ada anggotanya yang dipukul warga saat peristiwa itu.

"Laskar FUI berceloteh dia, warga tidak terima, laskar kita dipukul. Kemudian buat laporanlah kita ke polsek, sekarang sudah diproses itu," jelasnya.

Dihimpun detikcom, Kamis (8/4/2021), sejumlah fakta terungkap usai insiden keributan itu. Berikut fakta-faktanya:

1. Penyelidikan Polisi

Polisi mengatakan keributan itu berawal saat anggota FUI hendak membubarkan pertunjukan. Usai keributan, kedua belah pihak melapor ke polisi.

"Dari kronologi, ada warga kita nggak tahu dadakan atau bagaimana, bikin jaran kepang. Ya sudah, kemudian mungkin ada orang FUI membubarkan, jadi ribut," ucap Kanit Reskrim Polsek Medan Sunggal AKP Budiman Simanjuntak, Rabu (7/4/2021).

Polisi tidak mengetahui proses pembubaran yang dilakukan anggota FUI. Budiman mengatakan adu pukul bermula dari pembubaran pertunjukan kuda kepang.

"Kita nggak tahu cara membubarkannya seperti apa, kurang sopan atau gimana. Awalnya ribut mulut, jadi pukul-pukulan," katanya.

Akibat peristiwa itu, dua kubu yang terlibat adu pukul membuat laporan ke polisi. Hingga kini sudah ada 15 saksi yang diperiksa terkait kasus itu.

"Masih penyelidikan. Dua pihak saling lapor, dari dua pihak ini semuanya mungkin sudah ada 15 orang yang diperiksa," jelasnya.

2. Camat Emosional

Camat Medan Sunggal Indra Mulia Nasution mengakui kepling lah yang membawa anggota FUI Sumut untuk membubarkan pertunjukan kuda kepang yang berujung adu pukul. Kepling itu sudah diberi sanksi.

"Iya (kepling yang bawa anggota FUI). Tindakan dia di luar etika sebagai kepala lingkungan," kata Indra saat dihubungi, Kamis (8/4/2021).

Indra mengatakan kepling yang membawa anggota FUI untuk membubarkan kerumunan yang terjadi saat pertunjukan kuda kepang. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

"Karena ada COVID kan nggak boleh ada kerumunan," ucapnya.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Simak Video: Rusuh Pembubaran Kuda Kepang oleh Massa Berbaju Laskar FUI

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2