MAKI Tak Sepakat Eks Koruptor Dianggap Penyintas Korupsi: Sesat Logika!

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Jumat, 02 Apr 2021 08:48 WIB
Koordinator MAKI, Boyamin Saiman.
Boyamin Saiman (Farih/detikcom)

Boyamin menyoroti KPK yang tidak paham dengan narasi dan diksi. Menurutnya, korupsi merupakan tindakan yang dilakukan secara sengaja.

"Memang kalau dipahamkan, korupsi itu tadi ngomongnya kena musibah, kena ujian, atau apes. Masak KPK narasi dan diksi begini saja nggak paham. Bagaimana mungkin. Korupsi kan sudah menjadi kesengajaan untuk melakukan korupsi, kan nggak ada korupsi karena lalai. Meskipun turut serta, kan ada sengajanya, dan itu sudah divonis bersalah," tuturnya.

Sebelumnya, KPK memberikan penyuluhan antikorupsi kepada 25 warga binaan asimilasi di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. KPK menilai eks narapidana koruptor adalah penyintas korupsi.

"Kegiatan ini bukan hanya kegiatan sepintas, tapi berkelanjutan. Tentunya ke depan di kedeputian kami, Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat, betul-betul ingin menyertakan masyarakat, masyarakat apa pun juga, termasuk salah satunya masyarakat yang ada di lapas ini sebagai warga binaan. Mereka punya hak yang sama dan kebetulan mereka punya pengalaman, katakanlah bahasa kita sebagai penyintas. Penyintas korupsi," kata Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK Wawan Wardiana di Lapas Sukamiskin, Jalan AH Nasution, Bandung Rabu (31/3).

Halaman

(lir/zak)