Batasi Jemaat Ibadah Paskah, Gereja di Jakbar Pakai Sistem Barcode

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 01 Apr 2021 21:07 WIB
Wakil Dewan Paroki Gereja Kristus Salvator, Guritno
Wakil Dewan Paroki Gereja Kristus Salvator, Guritno. (Foto: Yogi/detikcom)
Jakarta -

Gereja Kristus Salvator di daerah Slipi, Jakarta Barat, menyiapkan sistem barcode bagi para jemaat yang hendak datang saat ibadah Jumat Agung dan Paskah akhir pekan ini. Sistem tersebut jadi salah satu bentuk antisipasi keamanan dari pihak internal gereja.

"Untuk penyekatan terkait dengan umat yang hadir sistem kita menggunakan barcode. Jadi harus umat yang benar terdaftar dalam paroki Slipi, di luar itu tidak akan masuk," kata Wakil Dewan Paroki Gereja Kristus Salvator, Guritno, di lokasi, Slipi, Jakbar, Kamis (1/4/2021).

Guritno mengatakan Gereja Kristus Salvator memiliki 4.000 jemaat. Situasi pandemi virus Corona yang masih berlangsung membuat pihaknya melakukan pembatasan jemaat uang bisa beribadah secara langsung.

"Untuk kapasitas gereja kami yang diizinkan hanya 200 (jemaat). Kemudian mereka (yang tidak hadir langsung) menonton mengikuti live streaming," jelasnya.

Selain dengan sistem barcode, Guritno mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat TNI-Polri dalam mengamankan ibadah Jumat Agung hingga Paskah. Dia meminta jemaat untuk tidak takut dan tetap beribadah secara khidmat.

"Situasi yang berkembang dalam situasi kita lihat bersama saat ini, umat sebenarnya kita imbau tidak membawa tas atau perlengkapan mencurigakan walaupun penyekatan kami udah jelas dari barcode itu. Jadi ini benar-benar umat kami di luar dari itu tidak bisa masuk," terang Guritno.

"Tetapi kita harapkan umat tetap tenang menjalankan karena kita tidak semata-mata dari paroki, tapi juga dari aparat keamana TNI-Polri yang memback-up. Jadi semua sudah dijalankan dengan protap yang telah kami jalankan," sambungnya.

Sementara itu, ditemui usai menjalani ibadah Misa Kamis Putih, salah satu jemaat bernama Suharto, mengaku pengamanan di Gereja Kristus Salvator telah berjalan baik. Dia menyebut sistem barcode gereja telah membantu mencegah orang pihak luar untuk bisa masuk ke area dalam gereja.

"Kalau untuk pengamanan dari masuk sampai keluar berjalan baik. Kita tetap juga mengikuti protokol kesehatannya. Istilahnya ini sangat ketat karena kita masuk gereja pakai barcode. Jadi umat yang tidak pakai barcode tidak diperkenankan masuk," tuturnya.

Ketika ditanya perihal situasi terkini pasca penyerangan di Mabes Polri hingga teror bom gereja di Makassar dalam sepekan terakhir, Suharto menyebut tetap bisa mengikuti ibadah misa dengan tenang. Dia mempercayakan kegiatan pengamanan kepada aparat yang berjaga.

"Kita sebagai umat tetap percaya dengan petugas keamanan. Kita tetap menjalankan ibadah dengan khidmat. Semuanya kita serahkan kepada aparat keamanan. Bagi kami tidak ada pengaruh kepada peribadatan. Tetap khusyuk," ungkapnya.

Sebelumnya Wakapolda Metro Jaya Brigjen Hendro Pandowo pun telah melakukan peninjauan di Gereja Kristus Salvator sore tadi. Usai melakukan pengecekan, dia menyebut persiapan di Gereja Kristus Salvator telah berjalan baik. Ada empat ring penjagaan yang tersedia di lokasi tersebut.

"Di Gereja Kristus Salvator ini kurang lebih 40 personel yang kita bagi 4 ring. Syukur alhamdulillah sampai saat ini proses ibadah sedang berlangsung dalam sehari satu kali dan dihadiri 200 jemaah," kata Hendro di Gereja Kristus Salvator, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (1/4/2021) sore.

Dalam kunjungan singkatnya tersebut, Hendro memastikan keamanan bagi umat Kristiani di Jakarta untuk beribadah Jumat Agung dan perayaan Paskah. Dia menyebut pihak Polda Metro Jaya telah menyiapkan sejumlah personel untuk mengamankan jalannya ibadah tersebut.

"Prinsipnya semua gereja yang melakukan ibadah kita lakukan pengamanan. Jemaat silakan melakukan ibadah perayaan Paskah dengan aturan kehadiran yang telah diatur masing-masinf gereja karena pandemi COVID-19 dan Polri, Polda Metro Jaya siap menjamin keamanan jemaat gereja," tutur Hendro.

(ygs/idn)