Ketua Majelis Sidang Habib Bahar Bin Smith Masuk Bursa Hakim Agung

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 01 Apr 2021 11:10 WIB
Update gedung MA, Kamis (7/4/2016).
Gedung Mahkamah Agung (Ari Saputra/detikcom)

Edison meminta jaksa dan tim pengacara membuat tim koordinator sehingga arah pembicaraan jadi lebih tertib.

"Kalau semua ngomong, debat kusir kita. Bukan di sini tempatnya. Ada ketentuannya," kata Edison kembali dengan nada tegas.

Dalam sidang, Bahar dan Edison sempat berdebat. Hal itu lantaran Bahar menjawab dengan kalimat 'wallahualam' saat ditanya menyesal atau tidak setelah melakukan penganiayaan. Hakim menginginkan jawaban yang pasti.

"Wallahualam bahasa saya juga. Saya juga tahu artinya. Islam itu bukan hanya Saudara saja. Saya ingin jawaban yang pasti. Jawab yang jujur, menyesal atau tidak?" tanya Edison.

"Atas penganiayaan dan pemukulan, iya (menyesal)," jawab Bahar.

"Dari hati nggak?" tanya Edison lagi.

"Insyaallah dari hati," kata Bahar.

Edison kembali mempertanyakan keseriusan Bahar dalam penyesalannya. Sebab, Bahar belum menjawab dengan pasti atas penyesalan itu.

"Harus yang jelas dan jujur," kata Edison.

"Yang Mulia, wallahualam hanya Allah yang mengetahui apa yang ada di balik dada. Tapi kita bisa melihat itu mencerminkan apa-apa yang di dalam. Panggilan pertama saya datang dan mengakui perbuatan," kata Bahar.

"Ya, sekarang ditegaskan saja," kata Edison.

Kali ini jawaban Bahar justru memuji hakim. Bahar menilai sosok Edison sebagai ketua majelis hakim.

"Yang Mulia bisa menilai saya. Saya yakin Yang Mulia pintar. Saya belum pernah nemuin hakim seperti ini. Saya lihat Yang Mulia orang yang... Saya nggak bisa memuji, tapi saya yakin Yang Mulia adil. Makanya saya yakin Yang Mulia tahu saya seperti apa," jawab Bahar disambut tertawa hadirin sidang.

"Tapi kan saya nggak bisa menulis wajah Saudara seperti apa. Ini kan penting. Karena nanti dalam pertimbangan insyaallah masuk," ucap Edison.

Edison Muhamad akhirnya memutuskan Bahar terbukti bersalah sesuai Pasal 333 Ayat (2) KUHP dan atau Pasal 170 Ayat (2) dan Pasal 80 Ayat (2) juncto Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Edison dan anggota majelis menjatuhkan hukuman 3 tahun penjara kepada Bahar dan denda Rp 50 juta dengan ketentuan bila tidak dibayar diganti kurungan satu bulan.

Selain Edison Muhamad, sejumlah nama tenar juga masuk bursa calon hakim, antara lain ketua majelis sidang kasus Ahok, Dwiarso Budi Santiarto, serta mantan Jamintel Kejagung Jan Samuel Maringka.


(asp/haf)