Haru Keluarga Saat Yunus yang Tewas di Malaysia Bisa Dimakamkan di Asahan

Perdana Ramadhan - detikNews
Rabu, 31 Mar 2021 16:47 WIB
Jasad Ahmad Yunus Dalimunthe (39) pekerja migran Indonesia (PMI) yang tewas ditikam di Perak Malaysia akhirnya bisa dimakamkan di Asahan. (Perdana Ramadhan/detikcom)
Jasad Ahmad Yunus Dalimunthe (39), pekerja migran Indonesia (PMI) yang tewas ditikam di Perak, Malaysia, akhirnya bisa dimakamkan di Asahan. (Perdana Ramadhan/detikcom)
Asahan -

Jasad Ahmad Yunus Dalimunthe (39), pekerja migran Indonesia (PMI) yang tewas ditikam di Perak, Malaysia, akhirnya tiba di kampung halamannya untuk dimakamkan. Isak tangis keluarga dan ratusan pelayat mewarnai prosesi pemakaman.

Jasad Yunus dimakamkan di Desa Air Joman Asahan, Sumatera Utara, Rabu (31/3/2021). Yunus tewas akibat ditikam sesama PMI pada Sabtu (13/3).

Ambulans yang membawa jasad korban tiba di kediamannya sekitar pukul 15.30 WIB. Jasad almarhum disalatkan dan langsung dimakamkan.

"Kita selama ini tetap memproses dan berupaya mengkoordinasikan kepulangannya bersama KBRI di Malaysia. Alhamdulillah hari ini sudah sampai," kata Kasi Penempatan dan Pasar Kerja, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Asahan Edy Catur Prasetyo saat dimintai konfirmasi wartawan, Rabu (31/3/2021).

Catur menjelaskan upaya pemulangan terhadap warga Asahan tersebut terkendala karena menunggu kepastian proses hukum pada aparat kepolisian di Malaysia. Pasalnya, korban meninggal karena kasus pembunuhan.

Setelah itu, barulah jasad korban diserahkan ke pemerintah Indonesia melalui KBRI dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Asahan.

"Kita (Pemkab) yang bermohon ke KBRI karena dia termasuk TKI ilegal, jadi kita urus permohonannya dan direspons KBRI. Surat pasti kepulangannya itu kita terima kemarin," ujarnya.

Sebelumnya, keluarga Yunus mengaku pasrah karena tak punya biaya menjemput jenazah. Keluarga menyebut pemulangan terkendala urusan keimigrasian karena Yunus bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di Malaysia secara ilegal sejak 2017 dan tidak pernah pulang.

Keluarga lalu mendapat kabar Yunus dibunuh oleh sesama rekan TKI di sana. Pihak keluarga pasrah karena merasa akan menemui banyak kendala mengingat suaminya berangkat menjadi TKI melalui jalur tidak resmi.

"Saya dapat telepon dari kawannya hari Sabtu malam. Katanya Abang (korban) kena tikam di dadanya sampai meninggal. Yang nikam ini kawan satu kerjaannya juga," kata istri korban, Sutiah (38), kepada wartawan di rumahnya, Dusun II Desa Air Joman, Asahan, Senin (15/3).

(jbr/jbr)