Polda Metro Bakal Tambah CCTV demi Cegah Aksi Teror di Rumah Ibadah

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 30 Mar 2021 15:06 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri (kanan) (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Empat terduga teroris ditangkap Densus 88 Antiteror di Jakarta hingga Kabupaten Bekasi. Polda Metro Jaya berencana menambah kamera CCTV di sejumlah rumah ibadah.

"CCTV akan kita perhatikan semua kalau perlu kita tambah lagi. Kita akan koordinasi untuk tambahkan CCTV," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (30/3/2021).

Yusri mengatakan polisi akan meningkatkan patroli seusai aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar. Dia mengatakan patroli ditingkatkan demi menjamin keamanan warga yang hendak beribadah.

"Kami perketat tempat ibadah-ibadah. Mobil-mobil patroli di setiap gereja-gereja yang akan digunakan ibadah untuk saudara-saudara kita itu akan kita siapkan pengamanan, baik TNI- Polri dan juga pemerintah daerah dibantu internal di masing-masing gereja," ujar Yusri.

Sebelumnya, ada empat terduga teroris yang diamankan Densus 88 Antiteror serta barang bukti lima bom aktif. Polisi menyebut bom sudah dirakit dengan sumbu yang terbuat dari TATP (triacetone triperoxide).

"Dari penggeledahan-penggeledahan tersebut juga ditemukan empat-lima bom aktif yang sudah dirakit dalam bentuk kaleng dengan sumbu yang terbuat dari TATP. Ini adalah sebuah senyawa kimia yang mudah meledak dan tergolong sebagai high explosive yang sangat sensitif. TATP adalah senyawa peroksida yang memiliki sifat khas yang sangat mudah terbakar hanya dengan gesekan panas dan pemicu-pemicu yang lainnya," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (29/3).

Fadil mengatakan tim jibom Polda Metro Jaya langsung melakukan disposal dengan meledakkan bom tersebut. Bom itu disebut sangat mudah meledak.

"Oleh sebab itu, tim jibom dari Satuan Gegana Polda Metro Jaya memutuskan untuk melaksanakan disposal di dua lokasi di mana ditemukan TATP tersebut, yaitu di Sukasari, Serang Baru Bekasi, dan di Condet, Jakarta Timur," imbuh Fadil.

Keempat terduga teroris itu berinisial HH (56), ZA (37), BS (43), dan NAJ (46). Mereka ditangkap di Condet, Bekasi, Pademangan, hingga Ciputat.

(ygs/haf)