Direktur Operasional Cerita Kuota Bansos Corona PT Pertani Dipotong Kemensos

Zunita Putri - detikNews
Senin, 29 Mar 2021 22:18 WIB
Para jurnalis berebut mengambil gambar tersangka korupsi, mantan Menteri Sosial, Juliari P Batubara saat tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (5/1/2021) untuk menjalani pemeriksaan.  Juliari P Batubara diperiksa untuk kasusnya yakni dugaan menerima suap terkait pengadaan paket bantuan sosial penanganan COVID-19. Ia menyerahkan diri usai Operasi Tangkap Tangan (OTT) sejumlah pejabat Kemensos, beberapa waktu lalu.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Direktur Operasional PT Pertani, Lalan Sukmaya, dalam sidang penyuap mantan Mensos Juliari P Batubara mengaku sempat kecewa dengan Kemensos terkait program bansos Corona. Kenapa?

Hal itu diungkap dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (29/3/2021). Lalan awalnya menjelaskan tentang proses bagaimana PT Pertani mendapatkan proyek bansos Corona.

Lalan mengaku mengetahui adanya proyek bansos dari salah satu Direktur Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). Hingga akhirnya PT Pertani mendiskusikan dengan direksi PT Pertani tentang program ini, dan akhirnya petinggi Pertani menyetujui untuk mengikuti proyek ini.

"Kami kirim surat penawaran dan pada 11 April 2020 diundang ke Kemensos untuk membedah harga penawaran, katanya ada yang kemahalan," kata Lalan.

Setelah melakukan negoisasi dengan pihak Kemensos, disepakati PT Pertani mendapat 90 ribu paket untuk wilayah Jakarta Pusat. Hal itu sesuai dengan Surat Penunjukan Penyedia Barang atau Jasa (SPPBJ) yang dikeluarkan Kemensos pada 14 April 2020.

Namun, pada kenyataanya Pertani, kata Lalan tidak hanya menyediakan untuk Jakarta Pusat, tetapi juga Jakarta Timur dan Jakarta Utara.

"Ternyata pada negosiasi berikutnya tim kami kaget dapat dapat 90 ribu paket, katanya ambil saja semua Jakarta Pusat, tapi ternyata diantarkan bukan hanya untuk Jakarta Pusat, tapi juga Jakarta Timur, juga Jakarta Utara," ungkap Lalan.

Terkait dengan kesepakatan kerja sama ini, PT Pertani menggandeng sejumlah perusahaan lain untuk membantu menyediakan bahan pokok lainnya. Sebab, PT Pertani hanya memiliki beras.

Salah satu perusahaan yang diajak kerja sama oleh PT Pertani adalah PT Mandala Hamonangan Sude, tempat dimana terdakwa Harry Van Sidabukke bekerja. Perusahaan ini menyediakan minyak goreng, mie instan, sabun, kornet dan sarden.

Selain PT Mandala Hamonangan Sude, PT Pertani juga bekerja sama dengan Alamanda, Zarafa, dan juga PTPN VIII.

"Jadi untuk beras dari Pertani sendiri, kecap dan sambal dari Alamanda, susu dari Zarafa Ridho Lestari, kopi dan teh dari PTPN VIII lalu minyak goreng, mie instan, sabun, kornet, sarden dari PT Hamonangan," jelas Lalan.

Lalan merasa kecewa kuota bansos Corona dikurangi. Simak halaman selanjutnya.

Tonton juga Video: Diperiksa KPK, Cita Citata Tegaskan Hanya Penuhi Undangan Nyanyi

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2