Kasus Kebakaran Kejagung, Terdakwa Akui Merokok di Ruangan karena Diizinkan OB

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Senin, 29 Mar 2021 20:00 WIB
sidang kebakaran kejagung
Foto: Luqman Nurhadi/detikcom

Selain itu, Imam Sudrajat mengaku pulang 1,5 jam sebelum kejadian kebakaran. Imam mengatakan tidak mencium bau asap saat pulang.

Imam mengaku pulang selepas kerja sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, dia tidak mencium bau asap sebelum kejadian kebakaran jam 19.00 WIB.

"Saudara Imam, Saudara kan terakhir pulang, ketika bekerja di sana sampai 17.30 masih ada bau asap?" tanya hakim ketua Elfian.

"Tidak ada sama sekali, bau nggak ada asap pun nggak ada," jawab Imam.

Imam mengaku terakhir merokok di ruangan lantai 6 sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah itu, dia menyebut tidak merokok lagi sampai akhirnya pulang pukul 17.30 WIB.

"Terakhir tadi jam 3 (merokok)," ungkap Imam.

Hakim kembali memastikan keterangan Imam. Terdakwa lain juga menyebut tak mencium bau asap ketika pulang.

"Mereka (pekerja lain) kan pulang jam 4 (sore). Anda kan setengah 6, kan ada kecium bau itu?" cecar hakim.

"Sama sekali nggak ada," jawab Imam.

"Jam 6 (sore) kan ada interval setengah jam, baru lah itu jam 7 (malam), satu jam setengah kebakaran itu kan begitu," tanya hakim lagi.

"Sama sekali nggak ada asap ketika pulang, bau pun nggak ada," ucap Imam.

Imam menyebut saat pulang masih ada satu orang office boy (OB) bernama Hendri. "OB ruangan, ada OB, Hendri," ujarnya.

Jaksa penuntut umum sempat memastikan dari mana Imam yakin pulang pukul 17.30 WIB. Imam mengetahui waktu kepulangannya dari jam yang ia lihat saat mengambil KTP di pos keamanan.

"Tahu pas di pos keamanan, pas ambil KTP. Sekitar kurang lebih jam 17.30 (pulang)," ungkapnya.

Diketahui, dalam kasus ini sebanyak enam pekerja proyek didakwa melakukan kelalaian yang mengakibatkan kebakaran. Atas perbuatannya, keenam terdakwa pun didakwa Pasal 188 KUHP juncto 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Halaman

(run/dwia)