Kasasi Bupati Pesisir Selatan Ditolak MA, Kemenangan di Pilkada Digugat ke MK

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 25 Mar 2021 16:00 WIB
Rusma Yul Anwar usai pelantikan
Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar (Jeka Kampai/detikcom)
Jakarta -

Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi Rusma Yul Anwar sehingga tetap dihukum 1 tahun penjara di kasus kejahatan lingkungan. Di sisi lain, Rusma telah ditetapkan KPU Pesisir Selatan sebagai pemenang Pemilihan Bupati (Pilbup) Pesisir Selatan dan sudah dilantik pada Februari 2021.

Warga kemudian melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) agar Rusma dibatalkan sebagai pemenang. Pemohon itu adalah tiga warga Pesisir Selatan, yaitu Sutarto Rangkayo Mulie, M Husni, dan Nelly Armida.

"Bahwa akibat dari putusan (putusan kasasi-red) tersebut maka keikutsertan Paslon nomor urut 2 Rusma Yul Anwar dan Rudi Hariansyah dinyatakan sebagai maladministrasi dan para Pemohon meminta agar didiskualifikasi dan haruslah dinyatakan bertentangan dengan hukum ataupun batal demi hukum," demikian bunyi siaran pers MK yang dikutip detikcom, Kamis (25/3/2021).

Sutarto dkk meminta MK menjadi The Positive Legislator. Yaitu, melakukan penemuan hukum untuk mengatasi kebuntuan dan kekosongan hukum sehubungan dengan status terpidana Rusma Yul Anwar.

"Untuk itu, para Pemohon meminta Mahkamah untuk membatalkan keputusan KPU Kabupaten Pesisir Selatan Nomor: 368/PL.02.01-Kpt/1301/KPU-KabI/XII/2020 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pesisir Selatan Tahun 2020 dan mendiskualifikasi Pasangan Calon Nomor Urut 2 serta menetapkan pasangan calon nomor urut 1 sebagai peraih suara terbanyak atau dilakukan pemungutan suara ulang yang hanya melibatkan pasangan calon nomor urut 1 dan nomor urut 3," paparnya.

MK telah menggelar sidang perdana kasus di atas pada Selasa (23/3) kemarin dengan agenda pemeriksaan pendahuluan. Persidangan ini dipimpin oleh hakim konstitusi Arief Hidayat yang didampingi hakim konstitusi Manahan MP Sitompul dan hakim konstitusi Daniel Yusmic P Foekh. Sidang perkara dengan nomor 136/PHP.BUPXIX/2021 akan digelar secara daring dan luring oleh para pihak sesuai protokol kesehatan dan tata tertib persidangan.

Sebagaimana diketahui, Rusma awalnya Wakil Bupati Pesisir Selatan. Pada 2020, dia maju di pilkada setempat melawan Bupati Pesisir Selatan petahana.

Rusma Yul Anwar, yang berpasangan dengan Rudi Hariyansyah, memperoleh 128.922 suara (57,24%), jauh di atas Bupati Petahana Hendrajoni-Hamdanus 86.074 (38,22%) dan mantan Ketua DPRD Pesisir Selatan Dedi Rahmanto Putra-Arfianof Rajab, yang hanya memperoleh 10.220 (4,54%).

Namun, sehari menjelang pelantikannya sebagai bupati pada 26 Februari 2021, MA mengeluarkan putusan yang isinya menolak permohonan kasasinya dalam perkara pidana khusus lingkungan. Rusma dijatuhi pidana 1 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan kurungan sekaligus diperintahkan agar terdakwa ditahan.

(asp/haf)