Tinjau Lahan di Deli Serdang, Bobby Siap Bantu Pembangunan TPA Regional

Datuk Haris Molana - detikNews
Kamis, 25 Mar 2021 15:44 WIB
Wali Kota Medan, Bobby Nasution, meninjau lahan di Desa Limau Mungkur, Kecamatan STM Hilir, Deli Serdang.
Wali Kota Medan, Bobby Nasution, meninjau lahan di Desa Limau Mungkur, Kecamatan STM Hilir, Deli Serdang. (Foto: Datuk Haris/detikcom)
Medan -

Wali Kota Medan, Bobby Nasution, meninjau lahan di Desa Limau Mungkur, Kecamatan STM Hilir, Deli Serdang. Lahan sekitar 16,5 hektare itu bakal dijadikan tempat pembuangan akhir (TPA).

Peninjauan itu dilakukan Bobby bersama Bupati Deli Serdang, Ashari Tambunan dan pihak Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kamis (25/3/2021). Bobby mengatakan siap berkolaborasi dengan sejumlah pihak.

"Ya tadi udah disampaikan Ibu Deputi, kami menyambut baik tentunya pemerintah kota dan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang karena ini lokasinya, wilayahnya masuk Deli Serdang. Memang kami sudah menyiapkan lahan 16,3 hektare di wilayah Deli Serdang dan mudah-mudahan kami yang pasti siap. Pemko Medan berkolaborasi dengan Kabupaten Deli Serdang yang tadi disampaikan Ibu Deputi, kami siap untuk berkolaborasi dengan Pemprov Sumut untuk mempercepat," sebut Bobby.

Bobby siap membantu pembangunan TPA. Dia berharap TPA bisa selesai lebih cepat.

"Mudah-mudahan tadi kalau rencana tahun 2023 bisa membangun fisik, kami siap membantu sekuat tenaga, pikiran untuk bisa mempercepat, mudah-mudahan di tahun 2022 bisa dilakukan pembangunan fisik," sebut Bobby.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Menko Marves, Nani Hendiarti, mengatakan dirinya telah meninjau lokasi TPA tersebut. Dia menyebut lahan itu cocok untuk dibuat TPA regional.

"Saya bersama Pak Wali Kota, Bobby dan Pak Bupati Ashari tadi melihat lokasi yang memang sebenarnya sudah direncanakan untuk TPA. Dan tadi hasil diskusi kita di lapangan, lokasi ini cocok untuk dibuat TPA regional," ujar Nani.

Nani menjelaskan TPA Regional ini nantinya bisa menampung residu sampah. Menurut Nani, TPA itu adalah tempat pemrosesan akhir bukan tempat pembuangan.

"Jadi sebenarnya TPA itu tempat pemrosesan akhir jadi bukan tempat pembuangan. Jadi diharapkan residu sampah yang datang ke sini dari sebagian kecamatan yang ada di Kota Medan bagian selatan, dan nanti juga sebagian dari kabupaten Deli Serdang untuk yang dilokasi ini," sebut Nani.

Menurut Nani, Medan saat ini sudah mempunyai TPA Terjun. Selanjutnya pihaknya bakal menyiapkan teknologi untuk memproses sampah di situ untuk dimusnahkan.

"Sementara untuk Kota Medan sendiri, sudah ada TPA yang sudah beroperasi yaitu TPA Terjun. Nantinya akan disiapkan juga teknologi yang bisa memproses sampah. Ini nanti akan membantu memusnahkan sampah. Memang bukan semua, Saat ini 900 ton perhari, nanti kita targetkan sebagian akan berkurang, bisa nanti sebagian akan di bawa ke sini. Sisanya bisa langsung dimusnahkan dengan teknologi itu sekitar 200 ton perharinya," sebut Nani.

Setelah itu, nanti juga akan dibangun TPST (tempat pengolahan sampah terpadu) di pinggiran Kota Medan. Rencananya ada dua atau tiga TPST yang dibangun.

"Sampahnya itu diproses sebenarnya untuk yang organik kan 70 persen bisa diolah menjadi pupuk dan sebagainya. Sedangkan yang non organiknya sekitar 20 persen sekian, bisa didaur ulang," ujar Nani.

"Tadi sudah di hitung-hitung sekitar 50-60 persen mudah-mudahan ya, kalau kita targetkan 2022 atau 2023 sudah mulai beroperasi, itu sudah mengurangi 50 persen dari sampah yang ditangani," ujar Nani.

Simak juga video 'Bobby Beraksi, Pimpin Normalisasi Parit di Medan':

[Gambas:Video 20detik]



(knv/knv)